Banjir Bandang dan Longsor Hantam Mamasa Sulbar, Rumah dan Jalur Penghubung Hancur

Mamasa (Suarakawan.com) – Banjir bandang dan longsor menghantam Desa Batanguru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sedikitnya 6 rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Batanguru hancur dihantam banjir dan tanah longsor. Sementara sejumlah jalan antar-kecamatan dan desa putus total akibat tertimbun material longsor dan pohon tumbang.

Dalam video amatir yang direkam warga, sejumlah rumah penduduk tampak hancur diterjang banjir. Sementara, beberapa rumah warga lainnya roboh tertimbun tanah longsor. Banjir ini dipicu akibat Sungai Batanguru yang membelah Kecamatan Sumarorong di wilayah tersebut meluap hingga merendam pemukiman di sepanjang muara sungai. Jalan-jalan kecamatan mendadak jadi sungai yang dialiri banjir bandang dari Sungai Batanguru yang tengah mencari jalan.

Camat Sumarorong, Armianto membenarkan kejadian tersebut. Armianto mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi rinci terkait kejadian tersebut. Ia hanya menyebut informasi sementara menyebukan, ada sekitar 6 rumah warga yang ambruk karena terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

“Kami belum menerima laporan lengkapnya. Namun sementara dilaporkan ada 6 rumah warga ambruk dan tertimbun longsor. Ini sudah kita laporkan ke pemda dan BPBD Mamasa,” jelas Armianto.

Armianto mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus bencana alam ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa. Untuk saat ini, BPBD belum bisa dikonfirmasi terkait bencana alam tersebut.

Beberapa tahun sebelumnya, lokasi ini juga pernah dilanda banjir bandang hingga belasan warga tewas terseret arus. Puluhan rumah hancur dan ambruk terseret banjir bandang. Maraknya penebangan hutan secara liar di sekitar kawasan ini diduga menjadi pemicu lokasi ini rutin terkena banjir tahunan.(kcm/ziz)