Baku Tembak di Sulteng, 2 Polisi Jadi Korban

Tidak ada komentar 110 views

Sulteng (Suarakawan.com) – Aksi baku tembak pecah di Dusun I Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Baku tembak antara aparat kepolisian engan kelompok tak dikenal ini pecah ketika aparat hendak melakukan pengembangan atas kasus mutilasi. Saat polisi akan melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba diberondong tembakan oleh orang tak dikenal.

Dari keterangan polisi, Senin (31/12/2018), sekira pukul 09.00 Wita saat tim gabungan melintasi daerah Dusun Salubose, tiba-tiba ditembaki oleh orang tak dikenal. Menurut Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Heri Murwono, tembakan oleh orang tak dikenal itu mengenai dua orang anggota polisi yang akan melakukan olah TKP atas kasus mutilasi tersebut.

“Saya terima laporan dari AKBP Zulham Kapolres Parigi Moutong, dua anggotanya tertembak dan sekarang dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan,” kata Heri Murwono.

Dua anggota yang tertembak itu diketahui identitasnya adalah Bripka Andrew Maha Putra anggota Resmob Satgas 3 Tinombala dan Bripda Baso anggota Sat Intelkam Res. Parigi Moutong.

Berdasarkan kronologi yang diterima Kabid Humas Polda Suteng Heri Murwono, aparat yang hendak melakukan olah TKP atas kasus mutilasi tersebut melintas di jalan menuju lokasi kejadian. Namun, jalan yang hendak dilalui terhalang oleh pohon dan ranting. Saat Bripda Baso yang berboncengan dengan Bripka Andrew hendak membersihkan ranting dan pohon yang menghalangi jalan, tiba tiba mereka diserang olah orang tak dikenal dari atas ketinggian.

Tembakan itu mengenai pundak sebelah kiri dan pantat Bripda Baso. Sementara Bripka Andrew yang saat itu masih di atas kendaraan langsung memberikan tembakan balasan. Namun, Bripka Andrew sudah terkena tembak terlebih dahulu di bagian pundak sebelah kiri atas dan kaki kanan mengalami patah tulang. Tim yang berada di belakang saat itu langsung memberikan tembakan balasan ke arah punggung gunung dan lereng gunung guna mengamankan TKP kontak tembak.

“Setelah kurang lebih 30 menit bertahan di lokasi, dua anggota yang tertembak itu bisa dievakuasi dan langsung dilarikan ke RS Parigi Moutong,” jelas Heri.(kcm/ziz)