Almarhum B.J Habibie Seorang Nasionalis, Jenius Dan Layak Jadi Panutan


SURABAYA (Suarakawan.com) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur merasa kehilangan dengan wafatnya Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie. DPRD Jatim menilai Habibie merupakan orang jenius, nasionalis, dan layak menjadi panutan. Sikap nasionalis Habibie ditunjukkan saat mendapat tawaran dari Negara Jerman untuk menjadi warga negara kehormatan. Habibie lebih memilih tetap berkewarganegaraan Indonesia, meskipun tidak digaji.

“Dimana kita tahu beliau harus memilih menjadi warga negara Jerman. Namun beliau tidak mau. Walaupun tidak dibayarpun oleh Indonesia, selama untuk bangsanya tetap akan membela mati-matian,” ujar Anggota DPRD Jatim, Anik Maslahah di DPRD Jatim, Kamis (12/9).

Dengan sikap tegas dan cinta tanah air tersebut, Pemerintah Jerman member visa seumur hidup. Pihaknya memandang BJ Habibie adalah sosok yang tidak hanya memiliki jiwa nasionalis yang kuat. Tetapi beliau juga religius yang jiwanya sangat besar.

Sementara dalam mengahadapi persoalan, Habibie selalu menyelesaikannya dengan kepala dingin sehingga bisa menjadi perekat antara masa lalu dengan masa sekarang. Meski beliau usianya tua, tetapi jiwanya muda sehingga dekat dengan kaum milineal dan kaum tua. Prinsip yang dapat dijadikan teladan adalah kesetiaannya terhadap istrinya, Hasri Ainun. “Masyarakat harus meneladani sikapnya yang jenius dan religious. PKB mendoakan agar amal bakti untuk bangsa diterima dan kesalahannya diampuni Allah SWT,”pungkas Anik yang juga ketua Fraksi PKB Jatim ini

Semantara Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Umi Zahrok mengatakan, Habibie bagian negarawan yang mempunyai trac record luar biasa hingga mendapat perhatian dari luar negeri. Perjalanannya berliku-liku saat menjabat presiden menggantikan presiden ke-2 Soeharto.

Laporan pertanggungjawaban Habibie sempat ditolak dalam sidang istimewa MPR. Beliau diminta hanya satu tahun menjabat presiden dan tidak mencalonkan diri. “Sikap negarawan ditunjukkan oleh Habibie dengan legowo mundur dari jabatan presiden,” pungkasnya. (Aca)

Related Post