AHY Ajak Kader Demokrat Jangan Golput

Tidak ada komentar 210 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para kader untuk tidak golput pada Pemilu 17 April 2019. Demokrat ingin mendapat suara signifikan agar pada Pemilu 2024 mendatang bisa jadi partai pemenang.Kata AHY, pihaknya optimistis dengan militansi kader di lapangan maka Demokrat bisa sukses dalam Pileg 2019 dengan menempatkan kader-kadernya di parlemen.

“Saya juga dapat laporan dari DPD tentang bangkitnya semangat kader untuk menang di pemilu ini, hasil enggak pernah mengkhianati usaha. Semoga hasil suara mencapai target yang kita harapkan,” ujar AHY saat menyampaikan pidato politiknya di DBL Arena Jl A Yani Surabaya, Sabtu (13/4). Pidato itu disaksikan sekitar 5000 lebih masyarakat di sekitar Surabaya dan disaksikan jutaan pemirsa karena disiarkan langsung salah satu TV Nasional.

Atas dasar itu, jika bisa sukses dalam Pileg 2019, AHY menegaskan Partai Demokrat bakal membidik untuk menjadi peserta dalam Pilpres 2024, lima tahun mendatang.

“Siap bertarung untuk 2024?” tanya AHY kepada ribuan kader dan simpatisan Demokrat yang hadir. Mereka pun serempa menjawab, “Siaaapp.”

“Untuk itu, saya ingatkan untuk bertarung 2024, kita harus menang di 2019 dengan gemilang. Jangan golput,” kata putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Ia mengakui Pemilu 2019 yang dilakukan serentak untuk pileg maupun Pilpres tak menguntungkan bagi partainya.

Hal itu, kata AHY, karena parpolnya tergolong partai yang tak punya kader utama dalam kontestasi Pilpres 2019 sehingga kurang mendapatkan efek elektoral.

“Pemilu yang menggabungkan legislatif dan presiden memang kurang menguntungkan, hanya parpol yang punya kader utama yang mendapatkan efek elektoral signifikan,” kata suami Annisa Pohan ini.

Acara ini dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, dan Annisa Pohan. Juga beberapa pengurus dan caleg Partai Demokrat. (aca)