5 Juta Anak Indonesia di Daerah Terpencil Tak Dapat Akses Pendidikan

JAKARTA (suarakawan.com) – Meski mengaku telah melakukan perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, nyatanya Indonesia masih menjadi bagian dari krisis pendidikan global.

Menurut data, hampir lima juta anak di Indonesia, berasal dari daerah terpencil dan tidak memperoleh pendidikan. Fakta tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa anak-anak tesebut akan kesulitan memperoleh pekerjaan dan masa depan yang menjanjikan.

Ironisnya data tersebut ternyata turut menyumbang angka dunia. The International Commisison on Financing Global Education Opportunity (the Education Commission) memperkirakan bahwa mulai tahun 2030, lebih dari separuh anak-anak dan generasi muda di seluruh dunia (atau sekitar 800 juta orang) tidak akan memiliki keterampilan dasar yang diperlukan untuk memasuki angkatan kerja modern.

Berupaya mengatasi kekhawatiran itu, The International Finance Facility for Education (TIFFE) dan beberapa negara bekerjasama mengumpulkan dana pendidikan serta memberdayakan potensi anak-anak di seluruh dunia.

Dari rilis PBB mengungkapkan, TIFFE yang terdiri dari para aktivis muda seluruh dunia tersebut akan bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres di New York guna menyampaikan permohonan bantuan dana bagi pendidikan agar dapat berkembang optimal.

Selain itu akan disampaikan pula petisi global 1,5 juta tanda tangan yang berisi tuntutan agar para pemimpin dunia segera meluncurkan dana Internasional (International Finance Facility for Education) dan dana tambahan sebesar USD 10 Juta bagi pendidikan.

Dalam pertemuan itu, Guterres mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh gerakan tersebut, ia merasa tingginya jumlah anak muda yang akan memasuki dunia kerja sangat memprihatinkan, menurutnya semua membutuhan pendidikan.

”Kita tidak dapat membiarkan sebanyak 250 juta gagal memiliki keterampilan dasar. Apalagi sekitar satu juta anak muda akan memasuki angkatan kerja. Mereka semua memerlukan pendidikan agar miliki kehidupan yang lebih baik. Itu sebabnya, usulan program baru International Finance Facility for Education sangatlah penting,” ujarnya.(viv/rur)