SuaraKawan.com
Berita Utama

Mahfud MD : Istilah Kriminalisasi Ini Salah

Beberapa serangan kepada tokoh agama di beberapa wilayah kemudian membuat banyak orang salah mengartikan kriminalisasi ulama dan penyerangan.

Menko Polhukam Mahfud MD menilai ada pandangan yang salah dari masyarakat soal definisi kriminalisasi ulama. Menurut dia, salah jika mengartikan kriminalisasi ulama dengan serangan terhadap tokoh agama.

“Saya mau menambahkan tentang kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Ada yang mengatakan ini merupakan gejala meningkatnya kriminalisasi terhadap ulama ataupun ustaz. Saya tegaskan tadi, satu, siapa pun pelaku untuk ditangkap dan diproses. Yang kedua, istilah kriminalisasi ini salah,” ujar Mahfud dalam pernyataannya, Minggu (26/9/2021).

"Saya sangat setuju bahwa agama saat ini sudah menjadi komersial. Kita dapat lihat dari berlomba-lombanya para pemeluk agama membuat spanduk besar-besaran untuk mendapatkan banayak massa. Apalagi jika bukan untuk mendapatkan keuntungan dari pengikutnya dengan memberikan istilah-istilah keagamaan pada pungutan biaya tersebut agar terkesan sakral. Dengan mengatasnamakan agama, bagi manusia yang masih menggilainya, pasti apa pun akan diikuti tanpa berpikir terlebih dahulu." Santi Mahardhika, Jakarta.
"Agama adalah produk yang muncul akibat dari kebutuhan manusia itu sendiri. Terkadang dengan pendidikan agama pun sebagian besar manusia di negara berkembang merasa sudah cukup padahal ranah ilmu itu sangat luas. Hal ini berbeda jauh dengan keadaan dan posisi agama di Eropa atau negara industri lain karena agama adalah kebutuhan pribadi yang dipeluk tanpa kepentingan apapun." Hernanto, Surabaya.

BBC

Menurut Mahfud, pengertian kriminalisasi ulama adalah ketika ada seorang ulama yang tidak melakukan apa pun tapi dituduh sesuatu.

“Karena kalau kriminalisasi terhadap ulama atau ustaz itu berarti ulama atau ustaz tidak melakukan apa-apa lalu dituduh melakukan tindakan kriminil. Itu namanya kriminalisasi,” jelas Mahfud.

Sedangkan serangan terhadap tokoh agama belakangan ini adalah pelaku kerap menjadikan tempat ibadah dan tokoh agama sebagai sasarannya. Ini merupakan murni tindakan kriminal yang nyata.

Sehingga, ia berkesimpulan, banyaknya penyerangan yang belakangan menimpa tokoh agama atau rumah ibadah adalah murni tindakan kriminal bukan bentuk kriminalisasi terhadap agama atau ulama.

“Yang terjadi belakangan ini justru orang yang disebut ustaz atau tokoh atau tempat ibadah itu menjadi korban dari sebuah kegiatan kriminal yang nyata. Sehingga tidak bisa dianggap kriminalisasi terhadap tokoh agama,” ungkap Mahfud.

Karenanya, Mahfud meminta masyarakat atau seluruh aparat keamanan untuk berhati-hati akan berbagai bentuk provokasi yang ada. Terlebih yang menyertakan unsur kriminalisasi ulama atau agama.

“Oleh karena itu kita semua harus hati-hati, aparat harus hati-hati masyarakat juga hati-hati jangan terprovokasi. Kita ini harus menjaga keutuhan dan kedamaian di negara ini,” kata Mahfud. [TS]

 


Related posts

Upaya Peningkatan Kemampuan Penyidik Dalam Ilmu Lingusitik, Polri Lakukan Penelitian GASBIN

Redaksi Mojokerto

Kapolri: Pelaku Teror Seorang Wanita Berinisial ZA, Simpatisan ISIS

Redaksi Mojokerto

tiket.com Ajak Masyarakat Ngabuburit Online di tiket TO DO

redaksi