SuaraKawan.com
Sastra Kawan

Hujan di Bulan Juli

Aku adalah hujan di bulan Juli.

“Bulan Juli ada hujan?”
“Lha iya to!”

Kamu tahu atau pernah merasakan dinginnya musim bediding? Itu adalah waktu ketika pendingin ruanganmu tidak terpakai. Jika engkau berada di lereng Merapi saat malam hingga pagi menjelang, enam belas derajat terpantau syahdu. Rasanya ingin segera menggelungmu dalam pelukan.

Semakin siang, semakin panas. Tiga puluh dua memanggang hasrat. Bikin hitam kulit indahku saja.

Setiap nyawa melemah. Kulit mengering, bersisik seperti ular lareangon yang sering terlihat di pematang sawah bapak.

Mulut kering, gatal!
Grok-grok! Cuih-cuih!

Seperti itulah rasanya kau mengejarku. Lelah, lungkrah?
Tunggu hingga hujan turun di bulan Juli.

Hanya sebentar, tak deras, namun semua terbayar lunas.

Tuntas.

 

 

Ari Arti, Merapi, 30 Juli 2021


Related posts

Puisi : Sate Merindu

Redaksi Surabaya

Airmata Dalam Persembunyian

Redaksi Surabaya

Di Satu Hari Yang (Cerah)

Redaksi Surabaya