SuaraKawan.com
Sastra Kawan

Bengek, Wimala Punya Kisah

Baru sembuh dari sakit, tidak serta merta membuatku sehat wal afiat.

Namun keharusan mengantar Panglima bertemu dokter, membuatku harus merasakan kembali napas tersengal sekian kali.
Aku heran, mengapa tempat praktek dokter harus dihiasi dengan anak tangga berjumlah ratusan bagai tumpukan wafer. Bukankah lebih nyaman jika mengambil tempat di lantai satu saja?

Yah, setidaknya bisa sedikit membantu orang-orang yang napasnya Senin – Kamis seperti aku.
Hanya membayangkan saja, hatiku sudah berbunga dan senyum merekah menghias wajah.

Beruntung aku memakai masker, sehingga senyum manisku yang tanpa alasan tidak dilihat orang lain. Andai mereka melihat, bisa jadi aku disuruh pindah ke dokter lain ; dokter jiwa.

Andai tanpa masker, aku tak yakin sanggup menutupi gigi yang telah banyak tanggal.

 

Wimala, 29 Juli 2021 dengan satu tambahan alinea oleh Ki Banjar Asman.


Related posts

Puisi : Tarian Liar Keheningan

Redaksi Surabaya

Puisi : Dia

Redaksi Surabaya

Hujan di Bulan Juli

Redaksi Surabaya