SuaraKawan.com
Sastra Kawan

Puisi : Menapak Senja Ketika Malam

Aku hanya ingin tidur malam ini

Merangkai mimpi tentang esok hari

tentang celoteh burung-burung

tentang bunga-bunga yang tersenyum riang

dalam siraman matahari

tentang cacing tanah yang bersungut kesal

karena hujan tak jadi datang

 

Mataku tetap terbuka lebar

enggan terpicing walau sejenak

Meski lelah dan kantuk memaksanya terpejam

sesuatu menahan  tetap terjaga

 

Akhirnya

ada banyak hal yang membuatku lupa

bahwa tak ada yang abadi di dunia

tidak tangis, tidak juga tawa

mungkin hari ini sebuah peristiwa mencipta luka

namun esok hari, lihatlah!

tangan sang waktu begitu cekatan menyulam luka

menjahit bagian yang robek

kemudian menambalnya dengan kain warna warni bernama tawa

 

Apa lagi yang hendak aku tangisi?

Adakah yang berubah hingga air mataku habis terkuras?

Ada?

Tidak ada, Sayang

semua telah berputar dalam porosnya

Bukankah kereta hanya melintas pada rel yang telah ditentukan?

Bukankah bunga mekar dan layu pada waktu yang telah ditentukan?

 

Aku coba membujuk hati dengan tubuh rebah, perlahan.

Aku ucapkan selamat tinggal pada keinginan yang selalu hadirkan resah

 

 

Maospati, 010721 – Lina Boegi


Related posts

Di Satu Hari Yang (Cerah)

Redaksi Surabaya

Puisi : Catatan Senja

Redaksi Surabaya

Hujan di Bulan Juli

Redaksi Surabaya