SuaraKawan.com
Jatim Trenggalek

Bersama Basarnas dan Damkar, Polres Trenggalek Gelar Simulasi dan Latihan Layanan 110

Polres Trenggalek – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meluncurkan nomor pelayanan pengaduan kepolisian dengan kode akses 110. Peluncuran ini dilakukan Kapolri Listyo Sigit di Markas Polisi Daerah Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Layanan call center 110 ini diharapkan dapat memudahkan pengaduan masyarakat di mana pun berada. Layanan ini merupakan wujud keseriusan jajaran Kepolisian dalam memberikan respon cepat atas pengaduan masyarakat di mana pun berada dan bisa menggerakkan anggota terdekat di lapangan untuk melakukan pelayanan secara cepat.

Untuk mendukung hal tersebut, Kepolisian Resor Trenggalek menggelar latihan dan simulasi di halaman Mapolres. Simulasi ini tidak hanya melibatkan personel Kepolisian semata tetapi juga dari unsur terkait dari Pos Basarnas dan petugas pemadam kebakaran Trenggalek. Senin, (31/5).

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memberi gambaran bagaimana memberikan respon cepat ketika petugas menerima aduan atau laporan masyarakat.

“Mulai dari tata cara menerima laporan, kemudian tindak lanjut, koordinasi hingga pelaksanaan dilapangan. Semua kita hitung dengan matang sehingga penanganan bisa menjadi lebih cepat.” Jelas AKBP Doni.

Sementara itu, Kabagops Polres Trenggalek Kompol Supiyan, S.Sos menuturkan, dalam simulasi ini dilakukan skenario dimana Petugas piket SPKT menerima laporan melalui call center 110 dari salah satu kepala desa tentang seorang warganya yang akan melakukan bunuh diri tower selular.

Petugas piket SPKT yang menerima laporan meneruskan berita tersebut kepada perwira siaga dan Kabagops untuk segera ditindak lanjuti. Piket fungsi segera menuju TKP dan menghubungi Basarnas serta Damkar guna back up personel didukung mobil ambulan Urkes polres trenggalek

Babinkamtibmas bersama tiga pilar kemudian melakukan pendekatan dengan melibatkan beberapa tokoh dan keluarga yang berpengaruh agar korban mengurungkan niatnya. Setelah berhasil, dilanjutkan dengan evakuasi menggunakan alat repling dari Basarnas dan Satsabhara dan membawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan trauma healing.

“Disini, peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing personel dijelaskan secara konkrit sehingga saat menerima laporan yang sebenarnya sudah memahami betul apa yang harus dilakukan.” Pungkasnya.


Related posts

Sambangi Ponpes, Kasatbinmas Trenggalek: Silaturahmi Kamtibmas

Wong Nggalek

Amankan Pembagian BST, Bhabinkamtibmas Sukorame Sosialisasikan Prokes

redaksi

Pemerintah Desa Jati Gelar Musrena Keren Libatkan Kelompok Rentan

redaksi