SuaraKawan.com
Jatim Trenggalek

Radio Masih Menjadi Pilihan Efektif Gemakan Larangan Mudik Lebaran

Polres Trenggalek – Menyikapi dinamika Kamtibmas menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H, Polres Trenggalek menggalakkan pola preemtif Kepolisian dengan mengedepankan metode interaktif edukatif untuk menggugah kesadaran kolektif masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polres Trenggalek berupaya menggandeng insan media baik eletronik, cetak maupun online sebagai mitra dalam rangka menyuarakan pemeliharaan Kamtibmas di Kabupaten Trenggalek. Salah satunya melalui saluran radio FM.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Kasubbaghumas Polres Trenggalek AKP Bambang Dwiyanto, A.Md., S.H., ini. Bekerjasama dengan stasiun radio BOSS FM Trenggalek menggelar dialog interaktif bersama para penggemar tentang berbagai hal menyangkut Kepolisian dan pemeliharaan Kamtibmas selama ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Kamis, (6/5).

“Segmen pendengar radio Boss FM ini relatif masih cukup tinggi dan bisa menjangkau hampir diseluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.” Ujar AKP Bambang.

AKP Bambang menuturkan, memanfaatkan karakter `Mbah Krenthil` yang unik dan menjadi icon Boss FM tersebut, dalam dialog interkatif tersebut pihaknya menyelipkan imbauan agar masyarakat menunda dulu mudik lebaran tahun ini mengingat pandemi yang belum berakhir dan potensi penularan yang cukup tinggi akibat mobilisasi mudik.

“Tunda dulu mudiknya. Sayangi keluarga agar tidak terpapar Covid-19” Imbau AKP Bambang.

Lebih lanjut AKP Bambang menginformasikan bahwa terhitung mulai besok tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021, Polres Trenggalek secara resmi telah menggelar Operasi Ketupat Semeru 2021. Operasi ini diselenggarakan dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 di masa pandemi Covid-19.

Pihaknya menambahkan, pemerintah telah mengambil kebijkan larangan mudik lebaran. Polres Trenggalek sendiri telah mendirikan sedikitnya lima pos pengamanan yakni Pos pengamanan di Durenan, Watulimo dan Agropark. Sedangkan dua sisanya merupakan Pos penyekatan di perbatasan Ponorogo dan Pacitan.

“Jika masih nekat, akan diminta putar balik.” Ucapnya.


Related posts

Antisipasi Motor Bodong dan Hasil Curanmor, Anggota Polsek Grabagan Himbau Pemilik Bengkel

redaksi

Resmikan PKJR, Kapolres Trenggalek: Peran Aktif Masyarakat Jaga Kamtibmas

Wong Nggalek

Salut, Diguyur Hujan Deras Polisi Ini Tetap Jalankan Tugas Atur Lalu Lintas

Wong Nggalek