SuaraKawan.com
Mojokerto Uncategorized

Apel Siaga May Day, Kapolresta Mojokerto Sampaikan Pesan Kapolda Jatim

Mojokerto Bangkit, Peringatan Mayday di bulan Ramadhan ini, Kapolresta Mojokerto menyampaikan pesan Kapolda Jatim dalam pelaksanaan Apel Siaga dalam rangka kesiapan pengamanan May Day di Lapangan Apel “MAHA PATIH GAJAHMADA”. Sabtu (01/05/21) pagi.

Apel Siaga ini mengikuti Waka Polres Mojokerto Kota, PJU dan Pama, Bintara dan ASN serta Perwakilan Polsek jajaran serta tim Polwan Asmaul Husna dalam rangka pengamanan Unras oleh KC.FSPMI Peringatan Hari Buruh se-dunia (May Day) Tahun2021 di Kantor Pemkab. Mojokerto, namun kegiatan unras dibatalkan.

Dalam Arahannya Kapolresta Mojokerto menyampaikan pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, yang pertama mengantisipasi pelaksanaan demo unjuk rasa atau May Day oleh kaum buruh,

“Syukur alhamdulillah di wilayah hukum kita kemarin atau sejak beberapa hari yang lalu dilakukan koordinasi hingga malam sudah final tidak melaksanakan kegiatan aksi unjuk rasa yang semula rencananya di kantor Pemkab Mojokerto,” Ucap AKBP Deddy Supriadi.

Kemudian yang kedua memegang teguh Bapak Kapolda juga bahwa ada kegiatan aksi oleh Organisasi Papua yang ada di Surabaya atau di Malang, menuntut kita untuk melaksanakan kegiatan stand by

“Kita Melaksanakan Stand By, juga ketika terjadi hal-hal yang membutuhkan kekuatan sehingga kita harus siap melaksanakan perbantuan, Apakah di Surabaya atau pun di Malang bahwa rapat tanggal 1 Mei oleh Organisasi Papua ini adalah mereka menganggap Bahwasannya saat sebelum dengan NKRI tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari proklamasi nya mereka, ”Kata Kapolresta Mojokerto

Sehingga dengan ide atau peringatan Hari Buruh mereka juga menyempatkan untuk petunjuk peringatan Hari Buruh, mereka mengangkat isu yang sama yaitu pertemuan otonomi khusus dan pemisahan dari NKRI

“Yang ketiga Bapak Kapolda menekankan juga kita harus memantau pelaksanaan pekerja migran Indonesia, kita kemarin sudah ada tanda tangan sebanyak 3 orang di wilayah utara sunga, Saya tegaskan kepada para Kapolsek Jajaran harus memahami bagaimana pelaksanaan isolasi ketika kedatangan Pekerja Migran tersebut,” Atensi Kapolresta kepadan Kapolsek Jajarannya

Mulai dari bandara Juanda mengoreksi diketahui bahwa diantisipasi penyebaran penyebaran virus sehingga Penanganannya ketika sampai di Juanda selama 2 hari dilakukan isolasi di asrama haji kemudian dilakukan pengujian ketika dia positif maka isolasi yang diaktifkan di asrama haji tersebut,

Namun ketika negatif akan dipulangkan sesuai dengan Kabupaten kotanya dan di tempat tujuan akan dilakukan isolasi kembali selama 3 hari dan hari ke-5 nya akan dilakukan Pengujian kembali ketika dia positif maka melanjutkan isolasinya,

Ketika negatif maka dia akan pulang sesuai Alamat rumah, kenapa antara 1 sampai dengan 5 hari ulang?

Antara 1 sampai dengan 5 hari bisa saja pulang aku tiba di Juanda tanggal 24 sebelum keputusannya di lakukan Singapura hasilnya hasilnya negatif dan sampai di tujuan tidak dilakukan isolasi hari ketiga yang bersangkutan

Keempat, Pondok pesantren memulangkan Santrinya sebelum tanggal 6 atau tanggal 5 tanggal jadi monitoring betul-betul sebisa mungkin kita himbau para pengasuh pondok sebelum tanggal 6 sudah dilakukan Pemulangan santri,

Setelah itu pemberlakuan penyekatan atau peniadaan mudik itu tanggal 6 sampai tanggal 17, pengulangan kembali lagi kita pantau dan Sampaikan kepada pengasuh pondok pesantren

Yang terakhir kelima adalah pelaksanaan kegiatan penyekatan seperti yang tadi saya sampaikan, saya berpesan kita benar-benar optimal dalam pelaksanaannya kalau memang nanti ada hal-hal pengecualian siapa-siapa yang harus bisa masuk, itu sudah jelas adalah kendaraan logistik, BBM, kendaraan sembako atau ambulans juga cek juga siapa tahu nanti didalamnya isinya kosong

“Tolong disampaikan dengan humanis, ya namanya orang di putar balik pasti banyak macam-macam karakter nya nanti ada yang tidak terima dengan melawan, mengaku-ngaku anggota TNI POLRI, adapun juga macam-macam tinggal nanti penegasan adalah tidak ada alasan untuk tidak putar balik kecuali hal-hal khusus ada juga misalnya orang yang mau lahiran mungkin berbeda kota rumah sakit,” Pesan Kapolda Jatim yang disampaikan Kapolresta Mojokerto

Indikatornya keberhasilan dari Pada pelaksanaan operasi ketupat adalah tidak tingginya pertumbuhan angka Covid yang ada di kota atau Kabupaten tempat terjadi di wilayah kita tanpa kita ketahui atau tanpa kita maksimalkan atau optimalkan pelaksanaan operasi ketupat.

Kasubbag Humas Polresta Mojokerto IPDA MK Umam, menambahkan dalam kesiapan ini telah siap siap 253 personel yang terdiri dari 193 personel dari Polresta Mojokerto dan 30 Personel Kodim 0815 dan Satpol serta Dishub Kota Mojokerto masing-masing 15 personel.

Sumber : Polres Mojokerto Kota


Related posts

Yustisi Polresta Mojokerto Kembali Tilang Sebanyak 109 Pelanggar Prokes

Redaksi Mojokerto

AKP Fitria: Kendaraan Berstiker Dapat Melewati Penyekatan

Redaksi Mojokerto

Salah Satu Upaya Polsek Gedeg Dalam Pencegahan Pelanggar Prokes Melalui Ops Yustisi

Redaksi Mojokerto