SuaraKawan.com
Mojokerto

Jelang Ramadhan, Forkopimda Rapatkan Ta’mir Masjid dan Pengasuh Ponpes Se-Kota Mojokerto

Mojokerto Bangkit – Dalam rangka menjamin Harkamtibmas yang kondusif di masa pandemi ini menyambut Bulan Ramadhan, Forkopimda Kota Mojokerto yang diinisiasi Walikota Mojokerto menggelar acara silaturahmi bersama Ketua MUI, Ta’mir Masjid dan Pengasuh Ponpes Se-Kota Mojokerto di Ruang Nusantara Pemkot Mojokerto. Jumat (09/04/21) malam.

Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari mengucapkan Surat Edaran Menag RI Dalam Pelaksanaan Bulan Ramadhan agar tertib aman nyaman dan kondusif dalam beribadah, Bisa mensosialisasikan instruksi.

“Pemerintah belum mencabut pandemi covid-19 sehingga prokes 5M tetap ditegakkan sembari menunggu vaksinasi,” kata ning Ita.

Terkait ibadah ramadhan maka pelaksanaan peribadatan wajib prokes dan Operasi yustisi masih akan terus dilaksanakan, terutama ketika ngabuburit harus tetap prokes.

Vaksin tidak melindungi 100% masih mungkin bisa terpapar dan Idul fitri masih dilarang mudik, pelaksanaan PPKM mikro angka penyebaran menurun, jika ada mudik memungkinkan ternyadinya lonjakan penyebaran covid-19.

Dalam silaturahmi ini, Ning ita selaku walikota Mojokerto juga mensosialisasikan interuksi Nomor 188.55/03/411.101.03/2021 tentang penyelenggaraan Ketentraman dan ketertiban ramadhan dan idul fitri tahun 1442 hijriyah/2021 M.

Kapolresta Mojokerto mengucapkan terima kasih kepada Ibu Walikota yang sudah memfasilitasi kegiatan ini, jadi perlu adik-adik dan sahabat-sahabat ketahui kegiatan silaturahim ini dimulai dari hari Selasa dengan mengundang organisasi masyarakat Islam dibawah naungan NU, kemudian di hari keduanya Muhammadiyah, LDII dan Lainya, Hari Ketiga dengan Organisasi Kemahasiswaan PMII, GMNI, HMI Se-Kota Mojokert dan malam ini yang hadir dari Ta’mir Masjid dan Pengasuh PONPES se-Kota Miojokerto

Polresta Mojokerto bersama Kodim 0815 beberapa waktu lalu telah lancar dan sukses melakukan kegiatan pengamanan rangkaian ibadah Paskah umat Kristiani perlu diketahui sahabat-sahabat ketahui bahwa pengamanan itu tidak dilakukan hanya TNI Polri saja ditiap-tiap gereja, juga ada Banser, Kokam, Pencak Silat dan Satgas PDIP, ada lagi ada unsur menginginkan turut berpartisipasi dalam keamanan tersebut,

“Ternyata apa yang saya nilai bahwa memang nilai aman itu adalah mahal, sama halnya pada saat kita melaksanakan kegiatan demo beberapa waktu yang lalu tidak dikatakan mahal, tapi karena nilai aman itu mahal maka semuanya menginginkan tertib pelaksanaannya sama hanya tadi saya katakan pengamanan ibadah Paskah beberapa waktu yang lalu hal tersebut juga dilakukan karena mengantisipasi isu terorisme yang ada di Makassar, kemudian kejadian yang ada di Mabes Polri itu memunculkan kesiapsiagaan petugas keamanan untuk over estimate, semua itu butuh kerjasama, butuh koordinasi dan kolaborasi, Ucap AKBP Deddy Supriadi.

Perlu diketahui juga bahwa sebelumnya di provinsi Jawa Timur ini ada dilakukan penindakan sebanyak 22 orang pelaku teror oleh Densus 88 dan 1 diantaranya di tangkap di Mojoanyar, itu adalah yang tidak diketahui pasti kalian bahwa sebenarnya berdomisili di Kota Mojokerto, yang bersangkutan tinggal di Link. Miji,

“Artinya pelaku pelaku terorisme bukan berarti yang kemarin ditangkap itu sudah selesai masih ada orang-orang yang saat ini masih kita lakukan pemantauan bekerjasama Intelijen, namun masih dipandang sebagai sel tidur, seperti itu karena ada beberapa tingkatan seseorang menjadi paham terorisme yang pertama adalah intoleran, dia pasti sudah tidak memandang lagi apa yang dikatakan perbedaan,”

Ia hanya memandang bahwasanya menurut pemahaman dia adalah ini yang benar, yang lain tidak benar kebalikan dari pengertian toleransi hidup berdampingan, menghargai keberagaman, kebhinekaan, kemajemukan itu semua dikatakan toleransi tapi kalau toleransi dia sudah memulai bahannya untuk tidak sesuai dengan apa yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang bertoleransi

Seperti yang disampaikan bu Walikota Mojokerto menyampaikan Surat edaran dari Menag RI dengan nomor : SE 03 tahun 2021 tentang Panduan ibadah ramadhan dan idul fitri tahun 1442 hijriyah/2021 yang intinya semua harus dilakukan dengan Protokol Kesehatan Dan Instruksi Walikota Mojokerto Nomor 188.55/03/411.101.03/2021 tentang penyelenggaraan Ketentraman dan ketertiban ramadhan dan idul fitri tahun 1442 hijriyah/2021 M.

“Surat Edaran ini nantinya akan dibagikan dan ditempelkan di tempat pengumuman Masjid berupa pamflet dan banner sehingga mempermudah ta’mir masjid dalam memberikan sosialisasi.” Pungkas Kapolresta Mojokerto


Related posts

Bom Bunuh Diri di Katedral, Kapolri: Masyarakat Tidak Usah Panik, Kami Sedang Dalami Pelakunya

Redaksi Mojokerto

Kapolresta Banyuwangi Sabet Dua Penghargaan Dari Kapolda Jatim

Redaksi Mojokerto

Propam Polres Mojokerto Kota Terus Laksanakan Penegakkan Prokes Kepada Anggota

Redaksi Mojokerto