SuaraKawan.com
Jatim

Berulang-ulang Curi Motor, Sepasang Suami Istri Residivis di Tuban di Tangkap Polisi

polrestuban.com – Petualangan Sumiyah alias Mia (42) perempuan asal dusun Pancuran Desa Pakis Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban serta Rosyidi alias Dibos (43) lelaki asal Desa Lodanwetan Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang spesialis pencuri kendaraan bermotor harus berakhir di dalam jeruji besi.

Kedua pelaku yang merupakan residivis itu bertemu saat sama-sama menjalani hukuman di Lapas Tuban, Rosyidi merupakan residivis curanmor yang di vonis 5 (lima) tahun penjara pada tahun 2014 sedangkan Sumiyah merupakan Residivis spesialis pencurian rumah kosong divonis 5 bulan penjara pada tahun 2017, kemudian tahun 2017 setelah keluar dari Lapas mereka berdua menikah siri dan sejak saat itu mereka berdua memulai aksi pencuriannya.

Sebelum tertangkap, kedua tersangka melakukan aksinya dirumah Sigit Hari Widodo (35) di desa cingklung kecamatan Bancar kabupaten Tuban pada 21 Januari 2021, yang saat itu sedang kosong karena ditinggal melaksanakan sholat subuh oleh pemiliknya.

Berdasarkan laporan polisi nomor : LP-B/01/I/Res.1.8./2021 Reskrim/
Tuban/SPKT Polsek Bancar, tanggal 21 Januari 2021 serta hasil pengembangan dilapangan dan dilakukan serangkaian penyelidikan, pada hari senin tanggal 15 Pebruari 2021 sekitar pukul 18.00 Wib di Jln Asem Mulya 1 No.18 Rt 07 Rw 03 Kelurahan Asemrowo Kecamatan Asemrowo Kabupaten Kota Surabaya diamankan seseorang bernama Muhaimin bersama 1 (satu) buah hand phone merk Realmie 5i hasil dari pencurian, dari keterangan yang bersangkutan mendapatkan HP tersebut dari seorang laki-laki yang tidak dikenal melalui btemannya yang bernama Saiful Rohman yang kemudian diamankan dan di dapati bahwa laki-laki tersebut bernama Rosyidi.

Akhirnya kedua pelaku ditangkap oleh unit Resmob Polres Tuban di rumah kost Kelurahan Lakasantri kecamatan Lakasantri Kota Surabaya tempat mereka tinggal pada 17 Februari 2021 lalu.

Kedua pelaku dalam melakukan aksinya selalu berboncengan dengan menggunakan motor N-max nopol L 5664 LB warna hitam, mereka tidak menggunakan alat berupa kunci T maupun alat lainnya untuk merusak, hal itu diungkapkan Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., dalam konferensi persnya, Senin (22/02/2021).

“Kedua pelaku ini merupakan Residivis, mereka bertemu saat sama-sama berada di dalam Lapas, kemudian mereka menikah siri setelah keluar dari lapas pada 2017 lalu” ucap Ruruh

“Mereka berdua hanya mengincar sepeda motor calon korbannya yang di parkir dengan kunci yang masih menempel, selain Itu jika ada barang berharga lain seperti HP juga mereka ambil” Imbuh Orang nomor satu di Polres Tuban itu.

Pelaku Rosyidi bertugas mencari tempat atau rumah untuk dijadikan sasaran aksinya, sedangkan pelaku Sumiyah selain ikut keliling mencari sasaran juga sebagai eksekutor pengambil barang sepeda motor milik korban di TKP, setelah berhasil mendapatkan barang curiannya langsung dijual saat itu juga.

“Dalam menjalankan aksinya mereka selalu berdua dan berboncengan, setelah berhasil mendapatkan motor curiannya mereka langsung membawanya ke Rembang untuk dijual dengan harga 1,5 sampai 2 juta dan hasilnya mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari” Jelas Ruruh.

Saat ditanya media perihal aksinya kedua pelaku mengaku tidak pernah terpergok oleh pemilik rumah maupun melukai korbannya, Pelaku juga mengaku aksi pencuriannya tersebut dilakukan karena dorongan ekonomi.

“Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pak, Karena kami tidak punya pekerjaan tetap” ucap tersangka Sumiyah.

Dari tangan Tersangka diamankan barang bukti 1 (Satu) buah HP dan dhoosbox hand phone merk REALMIE type 5i warna biru, 1 (Satu) unit sepda motor honda revo warna hitam biru tanpa plat nopol
no. rangka : MH1JBE113CK461019
Nomor mesin: JBE1E1472440,
1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha type N-max nopol L 5664 LB
warna hitam dop beserta STNKnya.

Sedangkan sepeda motor hasil curian yang berhasil ditemukan petugas 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Beat warna biru putih
(TKP Bancar),
1 (Satu) unit Sepeda Motor Honda beat Warna putih biru (TKP Widang) serta 1 (satu) unit Sepeda motor Vario 125 warna hitam ( TKP Karangagung Palang)

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kedua tersangka dijerat Pasal 363 (1) huruf ke 3e dan 4e KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 (tujuh) tahun penjara.

Kepada Penyidik Pelaku mengakui telah melakukan aksinya di 8 (delapan) lokasi berbeda antara lain sepeda motor honda beat warna biru putih TKP desa Ngampel Kecamatan Bancar sekitar 1,5 bulan yang lalu, sepeda motor honda beat warna biru putih TKP kecamatan Widang sekira 3 bulan yang lalu, sepeda motor honda Vario warna cery di area pemandian Bektiharjo Kecamatan Semanding sekitar 2 bulan yang lalu, sepeda motor honda beat warna putih TKP kecamatan Merakurak sekira 2 bulan yang lalu, sepeda motor Vario 110 warna merah TKP perumahan Tasikmadu kecamatan Palang sekira 8 bulan lalu, sepeda motor honda Vario 125 warna hitam TKP desa Karang agung Kecamatan Palang sekira 1 tahun yang lalu, serta sepeda motor honda beat warna merah/hitam TKP depan pasar Plumpang sekira 14 bulan lalu dan yang terakhir TKP desa cingklung kecamatan Bancar tanggal 21 Januari 2021.

Selain melakukan aksinya di wilayah Tuban, tersangka juga menjalankan aksinya di wilayah Gresik dan sudah diproses oleh Polres Gresik.

Sumber : Polres Tuban


Related posts

Suasana Duka Iringi Pemakaman Anggota Polres Trenggalek

Wong Nggalek

Kasatbinmas Trenggalek Potong Tupeng HUT Ke-40 Satpam

Wong Nggalek

Pastikan Lancar, Polres Trenggalek Amankan Tahap Rekapitulasi PPK

Wong Nggalek