SuaraKawan.com
Suara Tanggap

Kemenkes Tegaskan Warga di Atas 60 Tahun Belum Bisa Divaksin Sinovac

Kementerian Kesehatan menegaskan orang berusia di atas 60 tahun belum bisa disuntik vaksin Sinovac. “Pokoknya 60 tahun atau ke atas nggak boleh,” kata Jubir vaksinasi corona dari Kemenkes dr Siti Nadia Tarmidzi, Minggu (17/1).

Sedangkan di Turki, orang berusia di atas 60 tahun tetap diperbolehkan menerima vaksin Sinovac. Terkait itu, Kemenkes belum bisa memberikan jawaban apakah hal itu bisa diterapkan di Indonesia.

Seperti diketahui, salah satu tenaga kesehatan, dr Suwandi Widjaja. yang bertugas di RS Medistra tetap disuntik vaksin Sinovac meski usianya sudah di atas 60 tahun. Usia Dr Suwandi sudah 77 tahun.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan lansia baru akan divaksin corona dengan vaksin Astrazeneca atau Pfizer. Indonesia memilih dua vaksin ini untuk lansia sebab kedua vaksin ini sudah melalui uji klinis bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Lansia bakal divaksin pada bulan Maret ketika dua vaksin ini sudah tiba di Indonesia. “Kami harapkan Astrazeneca, Pfizer datang segera. Itu adalah vaksin yang sudah uji klinis digunakan di atas 60 tahun, akan mulai petugas publik lansia sekitar Maret atau awal April,” jelas Budi. “Kalau sudah selesai diharapkan akhir April atau awal Mei bisa dilakukan untuk seluruh masyarakat,” kata Budi.

Namun penggunaan Padizer juga bermasalah di negara lain. Sebanyak 23 orang di Norwegia dilaporkan meninggal dunia tidak lama usai disuntik vaksin corona Pfizer. Dari 23 orang itu, 13 di antaranya adalah lansia di atas 80 tahun yang tinggal di panti jompo.

Menyusul temuan ini, otoritas Norwegia mengubah kebijakan vaksinasi agar tidak terulang kejadian yang sama. Yakni dengan mencantumkan efek samping yang timbul ke dalam keterangan vaksin, khususnya bagi pasien yang kondisi tubuhnya lemah.

Pfizer merupakan salah satu vaksin corona yang juga akan digunakan di Indonesia. Vaksin Pfizer asal Amerika Serikat ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan 2021.

Juru bicara vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan pihaknya akan terus memantau perkembangan pemakaian vaksin Pfizer di negara-negara yang telah menggunakannya. Termasuk meneliti jika ada efek dari penggunaan vaksin Pfizer pada kelompok-kelompok tertentu, seperti contohnya lansia.

“Terkait hal ini, kita akan memonitor bersama ITAGI dan para ahli dari perhimpunan profesi. Semua dipertimbangkan dari segala aspek berdasarkan data yang update,” kata Nadia (TS)


Related posts

Buru Teroris Kelompok Ali Kora, Komjen Listyo Harus Tuntaskan Operasi Tinombala

Redaksi Surabaya

Tolak Vaksin China, Ribka Tjiptaning Dikeluarkan dari Komisi IX DPR

Redaksi Surabaya

Politikus Demokrat Minta Masalah Kelangkaan Pupuk Segera Diselesaikan

Redaksi Surabaya