SuaraKawan.com
Headline JT Kediri Raya

Pimpin Pengamanan, Kapolres Trenggalek: Percayakan Mekanisme Hukum Yang Berlaku

Polres Trenggalek – Kepala Kepolisian Resort Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin langsung pengamanan jalannya persidangan kasus yang melibatkan perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek. Senin, (7/9).

Guna mengantisipasi gesekan dan kerawanan yang mungkin timbul, Polres Trenggalek mengerahkan sedikitnya ratusan personel pengamanan. Bukan itu saja, petugas pengamanan juga melibatkan poersonel TNI dari Kodim 0806, personel BKO dari polres Ponorogo, Tulungagung dan Brimob lengkap dengan kendaraan barakuda maupun water cannon.

Kegiatan pengamanan diawali dengan apel bersama di halaman Mapolres dilanjutkan dengan pemaparan rencana pengamanan oleh Kabagops Kompol Supiyan, S.Sos. menggunakan Tactical Wall Game (TWG) yang diikuti oleh seluruh perwira pengendali.

Personel pengamanan kemudian disebar dibeberapa titik yang dinilai rawan. Sementara sisanya menggelar patroli mobile menyisir pintu masuk kota Trenggalek untuk mencegah kemungkinan adanya gangguan Kamtibmas.

“Puji syukur, hingga selesai persidangan berjalan aman dan terkendali” Ungkap AKBP Doni.

AKBP Doni menambahkan, pihaknya meminta agar semua warga perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek untuk menahan diri dan mempercayakan semua proses kepada mekanisme hukum yang berlaku.

Pihaknya juga mengimbau agar semua pihak bersama-sama menjaga Kamtibmas yang kondusif dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum terlebih saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Mari bersama-sama menjaga Trenggalek yang aman dan kondusif” Pungkasnya.

Sumber : Polres Trenggalek

Related posts

Perkuat Hubungan Silaturahmi Wakapolsek Karangan Lakukan Komunikasi dan Koordinasi

redaksi

Dukung Kampung Tangguh, Kapolsek Dongko cek jalur Physical Distancing Desa Watuagung

redaksi

Terus Aktifkan Kehadiran di Malam Hari, Personel Polsek Bendungan Sasar Patroli di Permukiman Warga

redaksi

Leave a Comment

CLOSE
CLOSE