2018, Kontribusi Grab di Surabaya Capai Rp 8,9 Triliun

34 views

Deputy Head of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy (tengah) berfoto bersama Kepala Seksi Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur (kanan kedua), Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya dan Dosen Fakultas Bisnis & Ekonomi Universitas Surabaya Bambang Budiarto (kanan), Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri (kiri kedua), dan Direktur Utama Tenggara Strategics Riyadi Suparno di Surabaya, Senin (4/11/2019).

Surabaya (suarakawan.com) – Kehadiran Grab di Kota Surabaya telah menyumbang Rp 8,9 triliun melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan para mitra GrabCar, GrabBike, mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios.

Demikian hasil riset yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics dalam rangka menghitung dampak kehadiran ekonomi digital bagi masyarakat, baik sebagai produsen maupun konsumen, dengan Grab sebagai studi kasus.

Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menjelaskan dari survei yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan, dapat diestimasi kehadiran Grab telah memberi kontribusi kepada perekonomian nasional Indonesia sebesar Rp 48,9 triliun. Kontribusi ekonomi nasional itu didapat salah satunya melalui penciptaan lapangan tenaga kerja. “Dari data terlihat bahwa 32% mitra GrabBike dan 24% mitra GrabCar sebelumnya tidak memiliki pendapatan tetap,” katanya saat pemaparan hasil riset di Surabaya, Senin (4/11/2019).

Dengan menawarkan peluang pendapatan kepada sekitar 300.000 pengemudi dan 40.000 agen GrabKios individual yang sebelumnya menganggur, lanjut Yose diperkirakan input ekonomi Grab mencapai Rp 16,4 triliun pada 2018.

Khusus di Kota Surabaya, data menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 8,9 triliun pada tahun 2018. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp 4,2 triliun, diikuti GrabBike sebesar Rp 3,5 triliun, GrabCar senilai Rp 1,1 triliun, GrabKios individual dan toko sebesar Rp 49 miliar. Sementara, pendapatan mitra pengemudi GrabBike meningkat sebesar 144% dan GrabCar sebesar 114%. Juga, penjualan mingguan mitra merchant GrabFood meningkat sebesar 34%. Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 38% mitra pengemudi GrabBike, 40% agen individual GrabKios, serta 35% mitra pengemudi GrabCar yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini dapat memperoleh penghasilan setelah bermitra dengan Grab.

Melalui riset ini, lanjut Yose bisa dilihat bagaimana Grab memberikan peluang yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk Surabaya untuk mengambil peran dalam ekonomi digital. “Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum,” katanya.

Deputy Head of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy mengatakan sejalan dengan komitmen Grab for Good yang diperkenalkan sejak September lalu, pihaknya ingin memberdayakan lebih banyak masyarakat Asia Tenggara untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital. “Hal ini akan mendorong mereka untuk menjadi bagian dari ekonomi digital yang tengah tumbuh dengan pesat dan memberikan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Kami juga ingin membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah berkomitmen untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi,” katanya.

Dijelaskan Tirza teknologi dan model bisnis Grab memungkinkan orang dengan disabilitas tetap menjadi tenaga kerja produktif dan makin mandiri. Saat ini ada 700 orang dengan disabilitas di Asia Tenggara termasuk di Indonesia, yang menjadi wirausahawan mikro dan Grab tengah mengembangkan platform dan prosedur operasi standar agar lebih banyak orang tuli dapat menjadi mitra pengemudi. Selain itu, juga akan melakukan serangkaian pelatihan bulanan untuk memastikan mitra pengemudi dapat melayani pelanggan penyandang disabilitas.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan dan LAJ Provinsi Jatim Fattah Jasin yang hadir dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Grab Indonesia yang ikut berperan aktif dalam aktivitas ekonomi digital dan ikut berkontribusi pada perekonomian Surabaya. “Ke depan bisa lebih menciptakan program-program untuk komunitas lokal ke seluruh Jatim, sehingga  semua warga daerah memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan aktivitas ekonomi digital yang saat ini kian massif,”katanya. tis

grab

Posting Terkait