2 Kecamatan di Pulau Sapudi Menjadi Lokasi Terdampak Gempa Terparah

Sumenep,(suarakawan.com) – TNI AL Batuporon Madura melakukan pendistribusian bantuan tahap pertama ke para korban gempa di pulau Sapudi Sumenep, Kamis(11/10/2018).

Bantuan berupa sembako dan obat-obatan ini, dikumpulkan dari posko tanggap darurat Lantamal V Surabaya yang dikirim melalui Pelabuhan Kalianget, dengan menggunakan kapal patroli keamanan laut Pulau Pagerungan.

“Bantuan air mineral, beras, gula, minyak goring, mie instan dan obat-obatan akan disalurkan ke para korban gempa di kecamatan Nuong Gunong dan Gayam Pulau Sapudi. Nanti kapal akan bersandar di pelabuhan Tarebung dan Gayam,” papar Letkol Laut, Teguh Wibowo, Komandan Pangkalan TNI AL Batuporon Madura.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol. Luki Hermawan, menyatakan, pulau Sapudi Sumenep merupakan daerah terdampak gempa Magnitudo 6,4 SR di timur laut Situbondo yang cukup parah.

Kapolda Jatim yang melakukan pemantauan melalui udara dengan helikopter bersama Gubernur Soekarwo, dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, menjelaskan, bahwa banyak bangunan yang rusak di kecamatan Nung Gunong dan Gayam.

“Data dilapangan sebanyak 246 rumah mengalami kerusakan di kecamatan Nung Gunong dan Gayam,” kata Kapolda.

Korban luka yang dirawat di Puskesmas Gayam, terdapat 26 orang korban luka di bagian kepala dan patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

“Untuk membantu rehabilitasi lokasi gempa di Pulau Sapudi, Polda Jatim mengirimkan 50 personel dari Brimob, Sabhara dan 2 tenaga dokter spesialis. Pemprov Jatim juga diminta menyediakan tenda untuk pengungsian,” pungkas Kapolda.

Sementara itu, Gubernur Jatim Sokearwo menyampaikan upaya recovery pemerintah, yakni mendirikan lagi bangunan yang roboh dan menyantuni korban yang meninggal dunia.

“Pemprov Jatim memastikan bantuan logistik telah terkirim ke Pulau Sapudi. Pemprov Jatim juga menyiapkan anggaran untuk membantu renovasi rumah korban yang roboh dan korban meninggal juga disantuni,” katanya.

Data sementara dari petugas gabungan penanggulangan bencana di Sapudi, Sumenep, terdapat 3 orang meninggal yakni, Nuril Kamiliya (7) warga desa Prambanan, kecamatan Gayam, H. Nadhar (55) warga dusun Jambusok, desa Prambanan, kecamatan Gayam, dan seorang pria asal desa Prambanan, kecamatan Gayam yang belum diketahui identitasnya.