Yohanes Pakereng: Banyak Penyandang Cacat yang Lebih Produktif

Logo ILOSURABAYA (suarakawan.com) – Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO) menegaskan hanya sedikit perusahaan di Jawa Timur yang menggunakan tenaga penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

Pimpinan ILO, Yohanes Pakereng, mengatakan, banyak media kurang memberikan nilai positif berita tentang penyandang disabilitas yang bertujuan agar mereka mendapat hak-hak bekerja di perusahaan.

“Selama ini banyak perusahaan grogi terhadap penyandang cacat. Padahal salah contoh perusahaan plastik di Sidoarjo banyak penyandaag disabilitas seperti tuna rungu dan tuna wicara yang bekerja dan lebih produktif,” terang Yohanes, Senin (25/08).

Yohanes menambahkan kurang dari sepuluh persen perusahaan di Jawa Timur menggunakan tenaga disable sebagai pekerjanya.

Jumlah tersebut, lanjutnya, sangat sedikit mengingat saat ini jumlah perusahaan di Jawa Timur cukup banyak.

Ia mengemukakan, kewajiban tersebut sudah tertuang dalam undang-undang terkait dengan tenaga kerja penyandang disabel minimal satu persen dari seluruh karyawannya.

“Jika perusahaan memiliki seratus karyawannya, maka satu karyawannya itu merupakan orang disabel yang bisa bekerja di perusahaan tersebut,” katanya.

Namun demikian implementasinya saat ini ada berapa perusahaan yang sudah menerapkan aturan tersebut, dan seberapa banyak perusahaan yang mendapatkan sanksi jika tidak menerapkan aturan tersebut.

Akan tetapi, pihaknya juga mengapresiasi perusahaan yang saat ini telah memperkerjakan orang disabel dengan alasan orang disabel lebih baik kinerjanya. (Bs/era)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Yohanes Pakereng: Banyak Penyandang Cacat yang Lebih Produktif"