Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Yayasan Ibrahimy Tulungagung Akan Bangun Pabrik Gula Mini

11 May 2017 // 19:17 // EKONOMI, HEADLINE

20170511_110004

TULUNGAGUNG – Setelah mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Muttaqien, Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Yayasan Ibrahimy akan membangun pabrik gula mini. Pembangunan pabrik gula ini merupakan program Yayasan Ibrahimy di bidang ekonomi kerakyatan.

“Kami punya beberapa program jangka pendek. Salah satunya membangun pabrik gula mini di Tulungagung,” kata Mudhofi Hadisiswoyo, salah satu pendiri Yayasan Ibrahimy kepada wartawan usai peresmian Masjid At Tauhid, Desa Tanen, kec Rejotangan, Tulungagung, Kamis (11/5).

Masjid At Tauhid diresmikan oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Dibagun tanggal 12 Oktober 2015, masjid At Tauhid berada di kompleks Ponpes Sabilil Muttaqien. Ponpes Sabilil Muttaqien sendiri didirikan pada 6 September 2016.

Menurut Mudhofi, pembangunan pabrik gula mini ini merupakan program jangka pendek yayasan Ibrahimy yang harus dilaksanakan secepatnya. Kenapa dipilih pabrik gula, ini karena pasar gula lebih bagus. Kebutuhan gula bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

“Ke depan, pabrik gula mini ini akan dikelola langsung oleh PT yang dibentuk oleh anggota yayasan Ibrahimy. Yayasan kan tidak boleh mengelola perusahaan,” ujarnya.

Jika pabrik gula mini berdiri, Mudhofi memastikan akan menggunakan tenaga kerja masyarakat sekitar. Dia akan memberdayakan 50-80 warga setempat untuk menjadi karyawan di pabrik gula mini tersebut. “Kecuali tenaga ahli. Kita akan mempekerjakan orang luar,” sergahnya.

Pihaknya menargetkan satu tahun setelah pabrik gula mini beroperasi bisa berproduksi. “Tatget produksi menggiling 50 ton tebu perhari. Anggaran yang kita siapkan untuk membangun pabrik gula mini ini sebesar Rp 17 miliar,” tandasnya.

Selain membangun pabrik gula mini, yayasan Ibrahimy memiliki program penanaman tebu bekerja sama dengan Kodam V Brawijaya, mendirikan perguruan tinggi dan rumah sakit. “Jadi program kita ada bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menyambut positif keberadaan ponpes Sabilil Muttaqien yang dikelola yayasan Ibrahimy. Terlebih yayasan ini memiliki banyak program yang utamanya memberdayakan masyarakat.

“Tapi, mengelola ponpes ini tidak mudah. Salah satunya harus tirakat. Tanpa tirakat akan sulit untuk membesarkan ponpes. Seperti masjid At Tauhid ini, setiap hari harus bersih dan speakernya bagus. Rusak sedikit saja tidak enak didengar,” tuturnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini