Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Yayasan Ibrahimy Sudah Punya Lokasi untuk Pabrik Gula di Tulungagung

04 Jun 2017 // 21:30 // EKONOMI, HEADLINE

IMG-20170604-WA0008

SURABAYA (suarakawan.com) – Tidak lama lagi Kabupaten Tulungagung mempunyai Pabrik gula mini. Direncanakan, pabrik gula mini akan dibangun pada bulan depan. Yayasan Ibrahimy sudah memilih lokasi yang akan dijadikan pabrik dengan kemampuan giling 50 ton perhari itu.

“Kita sudah mendapatkan lokasinya. Luasnya kira kira satu hektar. Kalau pembangunannya nanti setelah lebaran dimulai,” kata kata Mudhofi Hadisiswoyo, salah satu pendiri Yayasan Ibrahimy kepada wartawan di kediamannya, Minggu (4/6).

Dalam waktu dekat, menurutnya, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan petani tebu yang ada di Tulungagung dan kabupaten disekitarnya. Mereka akan diajari pola menanam dan panen, agar menghasilkan tebu dengan rendemen gula yang tinggi.

”Perlu ada pengarahan penanaman dan pemanenan agar tebu yang dihasilkan nanti rendemnnya tinggi. Selama ini pengetahuan mereka masih minim. Petani tebu disana hanya sekedar menanam dan memotong tebu saja,” ujarnya.

Mudhofi berharap, berdirinya pabrik gula mini nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Selain gula putih, pabrik gula mini nantinya juga akan memproduksi gula merah.

”Selama ini memang petani kurang diuntungkan. Dengan adanya pabrik ini, kami berharap mereka bisa lebih makmur lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui, pembangunan pabrik gula mini ini merupakan program jangka pendek yayasan Ibrahimy yang harus dilaksanakan secepatnya. Kenapa dipilih pabrik gula, ini karena pasar gula lebih bagus. Kebutuhan gula bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

“Ke depan, pabrik gula mini ini akan dikelola langsung oleh PT yang dibentuk oleh anggota yayasan Ibrahimy. Yayasan kan tidak boleh mengelola perusahaan,” tuturnya.

Jika pabrik gula mini berdiri, Mudhofi memastikan akan menggunakan tenaga kerja masyarakat sekitar. Dia akan memberdayakan 50-80 warga setempat untuk menjadi karyawan di pabrik gula mini tersebut. “Kecuali tenaga ahli. Kita akan mempekerjakan orang luar,” sergahnya.

Selain membangun pabrik gula mini, yayasan Ibrahimy memiliki program penanaman tebu bekerja sama dengan Kodam V Brawijaya, mendirikan perguruan tinggi dan rumah sakit. “Jadi program kita ada bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan,” tegasnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini