Wisnu Wardhana Tolak Ruangannya Digeledah Polisi

gedung dprd surabaya

SURABAYA (suarakawan.com)-Setelah publikasi luas berbagai media soal kasus dugaan korupsi Bimtek DPRD Surabaya, serta dukungan tim ahli dari Polda Jatim, akhirnya Polrestabes Surabaya mulai bergerak mengusut kasus tersebut.

Guna mengumpulkan bukti-bukti tentang adanya tindak korupsi dana bimbingan teknis tersebut, menurut sumber di kepolisian, Polrestabes Surabaya menerjunkan penyidik untuk menggeledah ruangan ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardana, Kamis siang (16/06).

Namun demikian, dalam pantauan suarakawan.com, hingga Kamis siang pukul 14.29 wib, belum ada tanda-tanda kehadiran polisi di DPRD Surabaya. Malah Wisnu Wardana yang selama ini sulit ditemui justru mengadakan konferensi pers.

Kepada wartawan, Wisnu Wardana mengaku menolak jika ruangannya akan digeledah Polisi demi kehormatan DPRD Surabaya.”Saya minta Polisi tunjukkan bukti adanya tindak korupsi dalam Bimtek, jika tidak ada saya berhak menolak penggeledahan,” tegas Wisnu.

Bahkan Wisnu menyatakan jika Polisi memaksa untuk menggeledah gedung DPRD Surabaya termasuk ruangannya, maka hal itu akan merusak demokrasi yang sudah dibangun selama ini. (aca/nas)