Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Welcome to Temboro

03 Aug 2017 // 10:41 // OPINI, SUARA PEMBACA

Temboro 3 006

Oleh: Abdurrahman Lubis

Ada apa di Temboro? Kok ramai-ramai orang datang ke sana. Ternyata ada al Fatah, ponpes yg sudah tak asing lagi di mata umat Islam. Sejak kepergian KH Uzairon Rahmatullah alaih, Alfatah semakin “giat dan menggeliat”, karena dipegang oleh pelanjutnya, KH Alfatah, KH Ubaidillah, KH Nur Thohir, dan juga generasi ketiga yang sudah dipersiapkan, kemajuan mana ditandai dengan semakin banyaknya pertambahan santri baru, bukan saja dalam negeri tapi dari manca negara.

Masyarakat Madani yang diidam-idamkan sudah mulai terwujud di Temboro. Kalau mau cari komunitas dengan suasana Islami, datanglah ke Temboro. Begitu masuk di stasiun Maospati, anda sudah menyaksikan kaum hawa dengan hijab dan lelaki bergamis dan bersorban. Masjid-masjid lima waktu mulai penuh dengan solat berjemaah, padahal itu di luar pesanteren. Karena para santeri dan guru Al Fatah, pada waktu-waktu tertentu mengajak/merangkul warga kampung utk memakmurkan dan terlibat dalam usaha kemashlahatan masjid/warga.

Kemudian jika masuk ke dalam ponpes yang luasnya lebih dari 50 ha, maka anda akan terkagum-kagum melihat settingan/tata letak yang diatur sedemikian rupa, sehingga ada masjid di Trangkil yang berfungsi sebagai markas dakwah, ada madrasah tsanawiyah/aliyah, ada madrasah tahfidz dan alim, ada dauroh hadis dsb.

Ada lagi lapangan bola, kolam renang, tempat latihan memanah dan berkuda, tempat latihan seni bela diri, bagi tamu-tamu khusus ada ruangan khowas untuk memudahkan keperluan ibadah mereka, juga tersedia Homestay bagi yang memerlukan. Para santrinya yang sudah ribuan lulus hafidz/hafidzah, alim/alimah,da’i/da’iyah kini bertebaran diberbagai tempat dalam/luar negeri.

Mereka membuka cabang-cabang madrasah dan mengajar agama di berbagai tempat.
Yang paling membludak lagi adanya rencana pertemuan para Da’i se Indonesia, pada 4-5-6 Agustus 2017 ini, di sini. Temboro sebenarnya bukan pertama kali membuat pertemuan/ijtima besar, tahun 2003-2007 (selama 4 tahun) berturut-turut, Temboro sukses sebagai tuan rumah ijtima para da’i se Indonesia.

Nah, kali ini Temboro lebih siap lagi menerima tamu Allah, para da’i seluruh alam. Kehadiran jamaah, penanggung jawab dakwah se Indonesia diperkirakan hadir 20.000 sd 30.000 orang. Para masyaikh dan ulama juga ikut memberi semangat dan nasehat, karena mereka akan diberangkatkan berdakwah, 40 hari dan 4 bulan, dan akan bergerak di dalam dan luar negeri. Jamaah yang oleh sebuah majalah di Tel Aviv dijuluki “The Monster of Islam”, itu akhir-akhir ini semakin marak dan medapat sambutan hangat dan muhabbah dari masyarakat. Marhaban ya dhuyufunaa……

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini