Wawali Surabaya Setuju Redefinisi Ekowisata

1 komentar 10 views

hutan Mangrove

SURABAYA-Salah satu penyebab meningkat meningkatnya kerusakan lingkungan di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) adalah pemahaman yang salah mengenai konsep ekowisata atau wisata berwawasan ekologi.

“Seharusnya yang namanya ekowisata adalah sebuah wisata di kawasan konservasi dengan kondisi sealami mungkin. Mungkin memang tak nyaman bagi pengunjung, tapi yang penting eko-wisata tidak merusak lingkungan,” papar Dian Purnama, aktivis Rumah Mangrove di hadapan wakil walikota Surabaya dan jajarannya, Kamis (05/05).

Hal tersebut disampaikan Dian dalam sebuah hearing membahas kondisi pamurbaya yang kian memprihatinkan. Upaya Pemkot Surabaya dengan membangun fasilitas guna penunjang ekowisata justru kurang sesuai dengan kondisi alam.

Yang lebih parah, banyak fasilitas seperti jogging track yang baru dibangun sudah rusak.

“Keberadaan kapal ukuran besar guna menyusuri sungai menimbulkan ombak cukup besar merusak tepi sungai. Suara mesinnya juga menggangu burung. Selain itu keberadaan gazebo di pinggir laut perlu dikaji karena secara alami, hutan mangrove akan terus tumbuh ke arah laut,” imbuh Wawan Some dari komunitas Nol Sampah.

Atas berbagai masukan tersebut, akhirnya Walikota Surabaya Bambang DH sepakat bahwa perlu ada redefenisi mengenai ekowisata di kawasan Pamurbaya sehingga upaya penyelamatan lingkungan sekaligus sebagai ajang wisata bisa berjalan seiring.(nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Wawali Surabaya Setuju Redefinisi Ekowisata"