Waspadai, Terompet Bisa Jadi Sarana Penyebaran Difteri

JAKARTA (suarakawan.com) – Kasus difteri tengah meningkat di sejumlah daerah di Indonesia. Pasalnya penyakit yang disebabkan oleh bakteri corynebactrium diptheriae ini mudah sekali menular melalui droplet atau percikan air liur. Bahkan air liur yang tertinggal di mainan juga bisa sangat berbahaya, misalnya saja di terompet yang sedang marak dijual menjelang malam pergantian tahun.

Dokter spesialis mikrobiologi klinis dari FKUI-RSCM, Anis Karuniawati menyampaikan, secara teori memang akan ada air iur yang tertinggal saat meniup terompet. Bila air liur tersebut mengandung bakteri corynebactrium diptheriae, tentunya ini bisa sangat membahayakan. Apalagi biasanya sebelum membeli terombot, pembeli akan mencoba satu persatu terompet terlebih dahulu untuk mendapatkan terompet dengan bunyian terbaik.

“Prinsipnya bakteri itu suka yang basah, yang lembab. Selama di lubang terompet kondisinya lembab, bakteri akan bertahan hidup di situ. Kalau pun kering, butuh waktu lebih dari 1-2 hari sampai bakteri tersebut benar-benar mati. Jadi memang bisa juga menjadi media penularan bakteri penyebab difteri,” papar Anis Karuniawati, di Gedung IMERI-FKUI.

Ditambahkan oleh Dokter Spesialis Anak dari Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik FKUI-RSCM, Nina Dwi Putri, untuk mencegah penyakit difteri, kuncinya adalah melakukan imunisasi lengkap sesuai usia dan waktunya. Vaksin untuk imunisasi difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda.

Imunisasi difteri diberikan melalui Imunisasi Dasar pada bayi di bawah 1 tahun sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan. Selanjutnya, diberikan imunisasi lanjutan (booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib, pada anak sekolah tingkat dasar kelas 1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada murid kelas 2 diberikan 1 dosis vaksin Td, kemudian pada murid kelas-5 diberikan 1 dosis vaksin Td.

“Dengan melakukan imunisasi lengkap sesuai usia dan waktunya, tubuh akan terlindungi dari penularan bakteri penyebab difteri yang sangat mematikan,” tegasnya. (bs/rur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *