Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Waspadai, Obat PCC Mengincar Pelajar

16 Sep 2017 // 20:40 // HEADLINE, NASIONAL, PERISTIWA

image-polri-obat-pcc-bisa-bikin-halusinasi-dan-gangguan-saraf

KENDARI (suarakawan.com) – Jumlah para korban obat terlarang yang berada di rumah sakit jiwa Kendari, sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan. Kondisi seluruh korban saat ini terlihat sudah mulai pulih.

Salah satu orangtua korban yang ditemui mengaku mendapatkan obat terlarang melalui teman dekat mereka secara gratis.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara telah melakukan uji laboratorium obat PCC atau Paracetamol, Cafeine, Carisoprodol masuk daftar obat keras golongan G.

BPOM juga telah mencabut izin edar pil ini sejak 2014, karena kasus penyalah gunaan obat keras yang tidak sesuai peruntukannya.

Mengkonsumsi obat PCC dalam dosis yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Mulai dari kejang-kejang, mengamuk, berhalusinasi, hilang ingatan, hingga kematian. Obat PCC sendiri bukan termasuk jenis psikotropika.

Para remaja dan anak-anak sekolah menjadi target peredaran pil terlarang ini, yang dalam bahasa lokal disebut pil mumbul. Sejauh ini 9 orang telah ditangkap.

Modusnya mereka membeli obat PCC di apotek kemudian mengincar siswa sekolah sebagai targetnya. Dengan memberikan secara gratis.

Jumlah korban sudah mencapai 68 orang, dua di antaranya meninggal dunia.(l

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini