Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Waspadai, Kebanyakan Makan Saat Lebaran Bisa Picu Stroke

25 Jun 2017 // 07:26 // HEADLINE, KESEHATAN

ff29e81cd6_027-1

JAKARTA (suarakawan.com) – Beragam penyakit, mulai dari stroke sampai DBD, siap menyambut Anda di Lebaran. Kondisi ini akan menimpa orang-orang yang tidak dapat mengontrol makan dan menjaga lingkungan tetap bersih di hari nan fitri.

Saat lebaran, rata-rata makanan yang tersaji di atas meja mengandung banyak santan. Terlalu banyak mengonsumsinya, beragam penyakit dengan mudah menghampiri Anda.

Staf Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, menuturkan, ada beberapa jenis penyakit yang akan timbul ketika Lebaran tiba, yang dikelompokan dalam 3 jenis kategori.

Berikut jenis-jenis penyakit yang dikelompokkan ke dalam 3 jenis kategori pasien tersebut:

1. Penyakit kronis kambuh

Biasanya penyakit yang masuk ke dalam kategori ini, adalah penyakit yang memang sudah diderita oleh orang yang merayakan Idul Fitri, dan akan kambuh di hari itu, apabila dirinya tidak dapat mengontrol makannya.

Seperti kencing manis, asam urat, stroke, dan penyakit kronis lainnya.

“Pasien tidak dapat mengontrol makannya, yang menyebabkan gula darahnya tinggi, alhasil penyakit kronis ini akan kambuh di hari raya lebaran,” ujar dr Ari.

Begitu pun dengan penderita asam urat. Apabila ia tidak mampu mengontrol makannya, dan melahap terlalu banyak makanan khas hari raya, yang rata-rata mengandung lemak terlalu tinggi, siap-siap saja asam urat akan kambuh.

“Biasanya kan, pada saat lebaran ada jenis makanan yang jeroan. Si penderita asam urat terlalu banyak makannya, dan tidak mengontrolnya, ya sudah, asam uratnya akan kambuh,” kata dia menambahkan

2. Kelelahan

Yang masuk ke dalam golongan ini, adalah orang-orang yang melakukan tradisi mudik ke kampung halaman.

“Daya tahan tubuh menurun, akhirnya dia kena flu, demam, tipes, dan sudah tentu diare,” jelas Ari.

Ini semua terjadi, karena pemudik tidak memikirkan kesehatannya selama melakukan perjalanan ke kampung halaman, dan sesampainya di sana, terlalu banyak silahturahmi, yang menyebabkannya tidak memerdulikan kesehatannya.

3. Berhubungan dengan lingkungan yang tidak sehat

Untuk golongan yang terakhir ini, Ari menuturkan, biasanya terjadi pada orang yang tinggal di kota, dan ditinggal mudik oleh pembantunya.

Pasalnya, ketika ditinggal mudik oleh para pembantunya, orang ini tidak memperdulikan lingkungan rumahnya. Berserakan, sampah di mana-mana. Kalau pun dibuang, akan dibuang sembarangan.

“Ketika sampah dibuang sembarangan, DBD bisa saja timbul. Terlebih kalau hujan, dan terjadinya genangan. Itu dapat mengundang nyamuk-nyamuk untuk berkembang biak,” jelasnya. “Untunglah, lebaran kali ini sepertinya tidak hujan,” tambah Ari.

Tidak hanya DBD yang siap menyerang orang tersebut, masalah pencernaan pun siap menyerang, apabila lalat banyak di sekitar rumah, yang tak menutup kemungkinan lalat masuk ke dalam rumah, dan menyebarkan kuman ke dalam makanan.

“Makanan jadi tercemar, akibatnya, penyakit pencernaan terjadi pada orang tersebut,” kata dia menekankan.

Untuk itu, patut bagi Anda untuk lebih mawas diri, dan memerhatikan lingkungan sekitar. Jangan sampai, usai Lebaran, uang Anda justru banyak keluar untuk berobat. (lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini