Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Waspadai, Angka Kematian karena Penyakit Jantung di Indonesia Terus Meningkat

06 Aug 2017 // 19:31 // KESEHATAN
(dua dari kiri) dr.Lily S Sulistyowati, dr. Agus Subagyo, dr.Vito A Damay, Donny B Iryanto, saat seminar 'Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol'

(dua dari kiri) dr.Lily S Sulistyowati, dr. Agus Subagyo, dr.Vito A Damay, Donny B Iryanto, saat seminar ‘Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol’

SURABAYA (suarakawan.com) – Penyakit jantung kini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Data dari Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 menyebutkan bahwa sekitar 12,9% kematian di Indonesia, diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, dan hal ini berpotensi untuk terus meningkat setiap tahunnya. Bagi perempuan, resiko ini meningkat setelah masa menopause.

“Ada anggapan bahwa bahwa lelaki lebih mudah kena serangan jantung ketimbang perempuan. Ini salah kaprah,” tukas spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Vito A. Damay, SpJP, M.Kes. FIJA, FICA di sela-sela seminar “Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol di Dyandra Convention Center, Surabaya, Minggu (6/8).

Lebih lanjut dr. Vito mengungkapkan, jika angka kejadian lelaki terkena serangan jatung memang lebih tinggi ketimbang perempuan. Namun tetap saja, penyakit jantung jadi pembunuh nomor satu untuk perempuan di atas kanker serviks dan kanker payudara.

“Resiko perempuan terkena serangan jantung meningkat setelah masa menopouse,” imbuhnya.

Dia pun menjelaskan kolesterol dan penyakit kardiovaskuler juga terkait oleh proses yang disebut ateroklerosis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan ini mempersempit arteri, sehingga darah sulit untuk mengalir melalui arteri. Plak juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah dan gangguan aliran darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke.

“Salah satu faktor utama penyebab ateroklerosis adalah dislipidemia, yaitu peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, atau keduanya, atau penurunan kadar HDL dalam plasma darah yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis,” jelasnya.

Sementara itu Kementerian Kesehatan menghimbau seluruh komponen bangsa baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner, sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan karena penyakit jantung koroner di Indonesia dapat diturunkan, sebagaimana dijelaskan oleh dr. Lily S Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI.

“Penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner, terutama di Indonesia adalah gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik atau sedentari. Mulai dari duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu,” terangnya dalam kesempatan yang sama.

Malas bergerak, lanjutnya, adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampak risiko dari gaya hidup sedentari, akan mulai terasa setelah bertahun-tahun.

“Menerapkan hidup sehat perlu dilakukan yaitu aktif dan rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang rendah lemak jenuh dan kolesterol serta kebiasaan sehat tanpa rokok dan minuman beralkohol. Hal ini efektif bantu mencegah faktor risiko utama penyakit jantung yang meliputi diabetes mellitus (penyakit gula atau kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kebiasaan merokok, kegemukan, dan kadar kolesterol tinggi,” terangnya.

Adapun kampanye Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol 2017, Nutrive Benecol mengajak masyarakat Indonesia untuk bahu membahu dalam menurunkan risiko jantung koroner melalui Gerakan Jantung Sehat, yaitu mengenal, menurunkan dan mengontrol kolesterol, dengan gaya hidup TANGKAL yang terdiri dari 7 Langkah Tangkal Kolesterol yaitu: 1) Teratur periksa kolesterol; 2) Awasi asupan dan polamakan; 3) Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol; 4) Giat Berolahraga dengan senam B-FIT; 5) Kendalikan berat badan dan hindari stress; 6) Awasi tekanan darah; 7) Lengkapi dengan NutriveBenecol 2x sehari.

Rangkaian edukasi yang diadakan, disusun untuk merubah pola pikir melalui seminar mengenai stress oksidatif, memperbaiki pola makan melalui demo masak bersama ahli gizi dan menerapkan pola aktivitas fisik yang dipimpin melalui gerakan senamB-FIT 2.0 yang bermanfaat untuk membakar kolesterol, merelaksasi tubuh (mengurangi stres), membakar kalori dan memperbaiki postur tubuh.

“Kami berharap dengan kegiatan ini masyarakat dapat mengenali pola pikir, pola makan dan pola gerak yang sehat. Masyarakat Indonesia dapat berperan aktif menjadi agen perubahan, tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan minimal dalam lingkungan keluarga dan sekitarnya,” ungkap Senior Brand Manager Nutrive Benecol, Donny Bambang Iryanto. (ris/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini