Warga Tenggulunan Masih Resah Dengan Pembangunan Fly Over Tenggulunan – Sumokali

SIDOARJO (suarakawan.com) – Pembangunan Fly Over Jl Raya Tenggulunan-Sumokali menyebabkan keluh kesah terhadap warga Desa tenggulunan Kecamatan Candi kabupaten Sidoarjo.

Yang menjadi keluhan warga ini yakni jalan Raya Tenggulunan menjadi sempit terkait pembangunan jalan layang tersebut. Pasalnya akses jalan yang kondisinya menyempit membuat pengguna jalan harus bergantian saat melewati jalur tersebut apalagi ditambah musim penghujan seperti sekarang ini kondisi jalan semakin semrawut terkait licinnya jalan akibat lumpur dari pembuangan galian tanahnya hal ini sangat merepotkan pengguna jalan.

Menurut Bambang warga sekitar mengatakan jalan tersebut sering digunakan oleh warga untuk menuju ke Kota maupun ke Pasar Larangan, “Sejak ada pembangunan jalan layang ini, warga harus terpaksa memutar mas,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya warga juga mengeluhkah material bangunan seperti puluhan paku bumi yang diletakkan di pinggir jalan. Sebab, hal itu membuat arus lalu lintas terganggu.

Perlu diketahui, fly over atau jembatan layang Jl Raya Tenggulunan-Sumokali. Pembangunan fly over itu bermula dari rencana dihidupkannya kembali perlintasan rel KA baru yang berada di Desa Tenggulunan dan Sumokali, Kecamatan Candi. Perlintasan itu bakal ‘memangkas’ jalan raya penghubung dua desa tersebut. Di sana nantinya tidak dibangun palang pintu KA, namun fly over yang melintang di atas jalur KA.(dik/jto)

Keterangan Foto: Proyek Fly Over Jl Raya Tenggulunan-Sumokali.(dik)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Warga Tenggulunan Masih Resah Dengan Pembangunan Fly Over Tenggulunan – Sumokali"