Warga Resahkan Terminal Bayangan

warga yang menolak terminal bayangan

SURABAYA (suarakawan.com) – Warga di perkampungan Simokerto-Sidotopo-Sidorame dan Penggirian Surabaya menyebutnya jalur tengkorak. Sebab hampir setiap hari terjadi kecelakaan di sepanjang jalan tersebut dan banyak yang meninggal dunia. Ironisnya, yang menjadi korban sebagian besar adalah warga setempat.

Memang dari pantauan suarakawan.com, jalur tersebut menjadi jalur utama menuju arah kawasan Area Wisata Sunan Ampel dan pelabuhan tanjung perak, sehingga tidak hanya kendaraan pribadi saja, namun bus dan truk truk besar juga melewati jalur tersebut.

Ironisnya, jalan yang sudah macet, masih juga dijadikan terminal bayangan angkot lyn D. Tak ayal, perkampungan menjadi jalan alternatif. Padahal, perkampungan sendiri banyak anak anak kecil bermain.

Karena kekawatiran inilah, warga menolak adanya terminal bayangan lyn D yang biasa terlihat di perbatasan Sidotopo dengan Danakarya.

Hanya saja kekawatiran ini warga tidak berani melakukan penolakan sehingga hanya “rasan rasan” saja. “Sebenarnya kita sudah mengajukan proposal yang dibubuhi puluhan tanda tangan warga ke polsek, dan dishub. Tapi belum ada respon. Mau negur lyn kita juga nggak berani.” terang Ro’uf salah satu Warga.

Nah, malam Kamis (28/07) ini warga berkumpul di perkampungan Sidotopo untuk menyelesaikan masalah lyn. Sayang meski warga sudah kumpul, namun tak satu pun yang memberanikan untuk memprotes para sopir. Tak ayal, warga pun kembali membubarkan diri. Dan sopir tetap mangkal di terminal bayangan.

“Tiap hari itu warga kalau mau nyebrang jalan itu was-was. Kan nggak keliatan kalau ada truk atau bus. Soalnya jarak pandang kita itu tertutup sama angkutan yang ‘ngetem’. Apalagi sebentar lagi puasa pasti banyak bus pariwisata yang lewat menuju sunan ampel” tutur Hamida, ketua RW 1 Kawasan Sidorame Kelurahan Penggirian Kec. Semampir. (bs/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *