Warga Morokrembangan Ritual Tolak Bala

Tidak ada komentar 17 views

ritual tolak bala

SURABAYA (suarakawan.com) – Ratusan warga Morokrembangan Surabaya hari ini melakukan ritual dengan pemotongan Kambing warna hitam yang berlorek warnah putih atau yang dikenal dengan kambing kendit.

Dimana kambing tersebut setelah disembelih, ke empat kakinya dikubur ditempat terpisah menjadi empat tempat di pojok pojok kampung. Dan kepalanya dikubur ditengah-kampung.

Menurut Kasfai, sesepuh warga Morokrembangan, ritual ini bermaksud untuk tolak balak agar warga Morokrembangan diberi kesehatan. Dan ritual ini seharusnya dilakukan 5 tahun sekali, namun karena sudah banyak warga yang menderita sakit, seperti sesak nafas, lupa ingatan, sakit jiwa, akhirnya dilakukan pada tahun ini.

“Ya sekarang ini sudah banyak warga yang sakit. Kebanyakan sesak nafas yang tidak kunjung sembuh.” terang Kasfai, Minggu (19/06).

Diketahui, ritual ini dilakukan sejak tahun 2001 lalu pertama kali warga Moro Krembangan tinggal di kampung ini. Namun pada saat itu banyak warga yang sakit, dan meninggal dunia akhirnya dipanggilkan sesepuh kampung dan didatangkan orang pintar.

Dan pada saat itulah disepakati agar dilakukan ritual penyembelaian kambing kendit setiap 5 tahun sekali. Tapi untuk tahun dilakukan 3 tahun karena sudah banyak warga yang sakit. Warga menduga sakitnya warga dikarenakan limbah pabrik pengolahan aspal yang ada di Morokrembangan yang menimbulkan asap tak sedap. (bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Warga Morokrembangan Ritual Tolak Bala"