Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Wapres JK Sebut Birokrasi Sebagai Penghambat Pendidikan di Indonesia

27 Apr 2017 // 00:06 // HEADLINE, PENDIDIKAN

jk

PALANGKARAYA (suarakawan.com) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan hambatan utama dalam memajukan pendidikan di Indonesia adalah birokrasi pendidikan itu sendiri. Bila birokrasi tidak dikurangi, ujar Kalla, jangan pernah berharap pendidikan Indonesia bisa sejajar dengan negara lain.

Hal itu disampaikan Kalla saat membuka Rapat Kerja Nasional dan Semiloka Internasional Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta ( BKS-PTIS) se Indonesia di Universitas Muhamadiyah Palangkaraya, Rabu (26/4).

Kalla menuturkan 70 tahun lebih Indonesia merdeka namun masih berbicara soal kekurangan cabai, kekurangan jagung hingga rumah reot. Namun, di sisi lain tak pernah ada yang melakukan riset atau penelitian mengenai penyebabnya.

Padaha, ujar Kalla, bertahun-tahun anggaran pendidikan Indonesia dipatok 20 persen. Sistem tersebut diadopsi oleh Vietnam 5 tahun lalu. Tapi nyatanya pendidikan Vietnam lebih maju dari Indonesia.

“Masalahnya karena di negara kita terlalu banyak birokrasi dalam pendidikan daripada pendidikanya itu sendiri,”ujarnya.

Menurut Kalla, dunia pendidikan mempunyai banyak cabang dan semuanya penting. Namun terdapat dua aliran yang dianut dalam pendidikan, yakni, pertama, yang mengandalkan kemampuan seperti yang dilakukan Jepang, Korea dan Jerman.

Adapun kedua adalah aliran yang mengandalkan inovasi seperti yang dilakukan Amerika. “Keduanya penting karena setiap pendidikan harus menghasilkan hal-hal yang inovasi,” kata Kalla.

Rektor Universitas Muhamadiyah Palangkaraya Bulkani mengatakan
acara Rakernas dan Semiloka internasional dengan tema Meningkatkan Kualitas Menuju Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) Berdaya Saing Global ini dilaksanakan 25 -27 April 2017.

“Ada sekitar 159 PTIS yang hadir dan ini merupakan peningkatan jumlah yang datang dari rakernas tahun lalu,” tuturnya. (tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini