Wali Murid Dan Guru SDN Gadel Tolak Unas Ulang

suasana unas (dok)

SURABAYA (suarakawan.com)-Rencana ujian nasional (unas) ulang sebagaimana usulan Mendiknas Muhammad Nuh di SDN Gadel 2, Tandes Surabaya terkait contek massal mendapat respons negatif pihak guru dan wali murid. Mereka merasa berat karena melihat kondisi psikologis anak yang cukup terbebani setelah kasus ini mencuat di media.

Menurut Mujib, salah satu guru SDN Gadel, apabila wacana unas ulang ini benar-benar harus dilakukan hal ini sangat disayangkan, sebab secara psikologis murid-murid kelas 6 sudah cukup berat dan terbebani dengan pemberitaan di media terkait kasus contek massal.

Oleh sebab itu pihak sekolahan berharap keputusan unas ulang ini
mesti ditinjau kembali oleh pemerintah. Apalgi melihat situasi dan kondisi saat ini murid-muridnya bisa dipastikan belum siap unas ulang karena tidak belajar secara intensif.

“Saya berharap agar semua pihak harus melihat dengan jernih dan hati nurani dalam menilai kasus yang dianggap mencoreng dunia pendidikan ini.” ungkap Mujib, Rabu (15/06).

Sementara salah satu wali murid, Warsono, mengatakan agar unas di SD Gadel tidak diulang karena masih belum terbukti contek massal itu dan menunggu nilai Unas keluar.

Namun jika dipaksa akan adanya unas ulang, kemungkinan para murid SD Gadel  tidak akan siap. “Toh, kepala sekolah SDN  Gadel 2, Sukatman, juga sudah legowo menerima sanksi pencopotan dari jabatannya. Pak sukatman pun sudah diganti oleh kepala sekolah baru. Jadi nggak perlu ada yang dipermasalahkan lagi.” ungkap Warsono.

Sementara saat ini dari pantauan suarakawan.com, aktifitas belajar mengajar di SDN Gadel sendiri saat ini sudah kembali normal dan berjalan seperti biasa. (bs/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *