Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Wabup Trenggalek Luncurkan Buku “Bung Karno ‘Menerjemahkan’ Al-Quran”

04 Jun 2017 // 21:15 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

IMG-20170604-WA0004-1

SURABAYA (suarakawan.com) – Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memiliki bakat menulis. Bakat terpendam pria yang akrab dipanggil Gus Ipin itu ditunjukkan dengan peluncuran buku berjudul “Bung Karno ‘Menerjemahkan’ Al-Quran” sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap pemecahan persoalan kebangsaan.

“Buku ini menyuntikkan kembali kesadaran tentang betapa berharganya nilai-nilai kebangsaan dan keislaman kita,” kata Gus Ipin dalam buka bersama wartawan di Surabaya, Minggu (4/6).

Menurut dia, semua itu sudah tuntas dirumuskan oleh para “founding fathers” sehingga tak ada lagi dikotomi antara Indonesia dan Islam, bahkan keduanya lebur serta sinergis, seperti yang terlihat pada figur Bung Karno.

Salah satu tantangan serius yang sedang dihadapi saat ini, lanjutnya, adalah soal ideologi kebangsaan dan keislaman Indonesia yang dinilainya terjadi upaya pembenturan dan dikesankan sebagai dua hal berbeda.

“Dikotomi ini, bukan hanya tidak tepat, tapi bertentangan dengan filosofi lahirnya bangsa Indonesia yang lahir dari sintesa antara kebangsaan dan keislaman. Indonesia lahir dari perjuangan para nasionalis dan tokoh Islam. Keduanya bahu-membahu membawa Indonesia lepas dari jerat penjajahan,” ucapnya.

Karena itu, buku yang diterbitkan Mizan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi terhadap persoalan tersebut di atas. Peluncuran buku ini dengan memanfaatkan momentum Juni sebagai “Bulannya Bung Karno”, yaitu lahir pada 6 Juni dan wafat 21 Juni.

Dalam buku tersebut, Gus Ipin mengupas tuntas pemikiran Bung Karno tentang keindonesiaan. Namun, karena menggunakan perspektif tafsir Al-Quran maka membedakan dengan buku tentang Bung Karno lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj pada siaran pers menyampaikan buku karya Gus Ipun lahir pada waktu yang tepat untuk menjelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa azas-azas bangsa ini, terutama Pancasila selaras dengan pesan-pesan Al-Quran dan nilai-nilai Islam. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini