Wabah Ulat Bulu Ancam ‘Pabrik Oksigen’

Tidak ada komentar 4 views

SURABAYA – Wabah ulat bulu di Jawa Timur yang berawal dari Probolinggo adalah hal yang membahayakan bagi stabilitas lingkungan bila tidak ditangani dengan benar dan tepat. Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya, Pakar di bidang Parasitologi, Prof. Dr. Rochiman Sasmita, MS, drh, mengatakan, gundulnya pohon dan berkurangnya persediaan oksigen merupakan ancaman serius bagi kelestarian alam.

Kalau dikatakan bahaya jelas bahaya kalau dibiarkan, maka bisa dibayangkan akan terjadi kegundulan dari pohon-pohon tertentu, yang tentu akan mengurangi produksi oksigen bagi manusia maupun hewan”, terang Rochiman Sasmita kepada suarakawan.com, Selasa (19/4).

Dampak serangan ulat bulu, selain merusak tanaman pelindung maupun tanaman produktif, juga dapat menimbulkan berkurangnya produksi pangan.

“Bisa saja kemudian muncul yang menyerang duren dan sebagainya, sehingga bila daunnya habis, produksinya pun akan menurun.” ungkapnya.

Menurut Rochiman wabah ulat bulu merupakan anomali cuaca, yaitu perubahan suhu dan kelembaban udara yang dapat mempercepat penetasan telur ulat bulu.

“Makin cocok suhu dan kelembaban lingkungan itu, maka makin mudah telur menetas.” lanjut Rochiman Sasmita.

Predator jenis semut rangrang dan burung, menurut  Rochiman, tidaklah cukup efektif dalam mengendalikan merebaknya ulat bulu, menyusul perubahan iklim yang masih berlangsung hingga kini. Pengendalian ulat bulu, kata imbuh Rochiman, hanya bisa dilakukan dengan penyemprotan pestisida pada tanaman yang terserang ulat bulu.

“Karena jumlah yang demikian banyak, maka satu-satunya tindakan yang tepat adalah melakukan penyemprotan dengan pestisida itu, sehingga cepat menurunkan populasinya.” tuturnya.

Cara lain yakni mensterilisasi pejantan ulat bulu dengan menggunakan penyinaran agar telur ulat bulu dapat berkurang. Langkah ini bisa terus dilakukan meski musim peralihan belum berhenti, sambil melakukan pengawasan secara intensif. (PetrusR/ara).

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Wabah Ulat Bulu Ancam ‘Pabrik Oksigen’"