Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Viral Foto Penganiaya Hermansyah Semeja dengan Kapolda Metro, Polisi: Tidak Ada Masalah

13 Jul 2017 // 06:58 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

1499861080

JAKARTA (suarakawan.com) – Penangkapan Edwin Hitipeuw (37) dan Laurens Paliyama (31), pelaku penganiayaan pakar telematika bernama Hermansyah, langsung mendapat sorotan dari publik.

Banyak yang mengapresiasi kinerja tim gabungan Polda Metro Jaya dan jajaran dalam membekuk pelaku, namun tak sedikit pula yang justru menanggapinya secara negatif.

Seperti, beredarnya sebuah foto tersangka yang duduk semeja dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, Kapolres Depok Kombes Pol Herry Heryawan, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo, dan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Arif Rahman.

Pada foto yang viral di media sosial itu, terlihat Iriawan sedang berbicara dengan kedua tersangka. Di atas meja, ada tiga piring berisi gorengan dan beberapa gelas diduga teh manis.

Kedua tangan tersangka tampak terikat tali. Namun, terlihat tersangka Edwin mengapit sebatang rokok di jari tangannya. Pada foto itu, terdapat tulisan berwarna merah, “PANTASKAH…?

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan tidak ada masalah dalam pertemuan itu. Hal yang wajar kalau pemimpin Polri dan penyidik bertemu langsung dengan tersangka guna mengetahui kronologi serta duduk perkara yang terjadi.

“Wajar saja, tangkap pelaku. Kan diborgol juga itu. Apa yang dipermasalahkan?” ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, seperti diberitakan Kamis (13/7).

Dikatakannya, pertemuan satu meja itu merupakan laporan penyidik kepada komandannya setelah berhasil menangkap pelaku.

“Kan wajar saja penyidik laporan ke komandannya. Kecuali enggak laporan, malah salah,” ungkapnya.

Selain bentuk laporan, tambahnya, hal itu merupakan salah satu teknis penyidikan dalam meminta keterangan kepada tersangka. Apalagi masih ada dua pelaku lain yang belum tertangkap. “Itu kan teknik penyidikan ya. Tidak ada masalah,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Hermansyah dikeroyok dan dianiaya sejumlah orang tak dikenal, sekitar pukul 04.00 WIB, di Tol Jagorawi KM 6 Jakarta Timur, Minggu (9/7) kemarin.

Kejadian bermula ketika korban yang mengendarai mobil Toyota Avanza B 1086 ZFT dari arah Jakarta menuju Depok, bersenggolan dengan sebuah mobil sedan, di sekitar lokasi.

Korban pun diminta untuk menepi. Ketika korban membuka pintu, para pelaku langsung menyerang, di antaranya menggunakan senjata tajam. Setelah membacok korban para pelaku melarikan diri.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka di bagian kepala, leher dan tangan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hermina Depok dan dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat, untuk menjalani perawatan.

Setelah melakukan penyidikan, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres jajaran menangkap Lauren dan Edwin, di Jalan Dewi Sartika, Depok, dini hari tadi. Sementara, masih ada dua orang pelaku lainnya yang buron. (bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini