Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Usung Ani Yudhoyono di Pilpres 2019, Demokrat Dianggap Krisis Figur

17 Mar 2016 // 11:06 // HEADLINE, PILPRES, POLITIK & PEMERINTAHAN
 images
PADANG (suarakawan.com) – Pengamat politik Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Edi Indrizal menilai langkah yang diambil Partai Demokrat untuk mempersiapkan Ani Yudhoyono sebagai calon presiden 2019 karena partai tersebut krisis figur.
“Berdasarkan sejumlah survei Demokrat kesulitan menampilkan figur yang kuat untuk menjadi calon presiden itulah sebabnya dimunculkan nama Ani Yudhoyono,” kata dia, seperti ditulis Kamis (17/3).
Menurutnya tidak ada yang luar biasa dengan langkah yang diambil Partai Demokrat ini, belajar dari pengalaman sebelumnya politik di Tanah Air ditandai dengan adanya beberapa pihak yang mencoba membangun dinasti.
“Akan tetapi tidak semua politik dinasti tersebut dapat terwujud apalagi pada tingkat nasional,” ujarnya dikutip Antara.
Ia menilai faktor ketokohan seorang figur cukup penting dalam pemilu presiden, namun masih sulit bagi Ani untuk menyaingi tokoh yang pernah ikut pilpres lalu seperti Jokowi dan Prabowo Subianto.
Apalagi jika hanya mengandalkan nama SBY jelas tidak memadai, pengalaman sebagai pejabat, politisi atau pimpinan pada organisasi sosial tergolong minim untuk jadi modal politik Ani Yudhoyono sebagai calon presiden.
Ia mengingatkan secara gender preferensi masyarakat dalam menentukan pilihan masih tradisional karena itu berat bagi perempuan bisa menang pemilu presiden.
Jika ada yang membandingkan dengan Hilary Clinton istri dari mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton yang juga mencalonkan diri sebagai presiden ia melihat terjadi perbedaan konteks.
”Hilary tidak sekadar istri Clinton tapi pernah jadi Menteri Luar Negeri, jabatan yang jauh lebih bergengsi dibandingkan wakil presiden,” kata dia.
”Sebagai Menteri Luar Negeri Hilary relatif sukses ditambah latar sebagai politisi, pengacara serta masyarakat Amerika yang telah menganut kesetaraan gender,” ujarnya.
Ia menambahkan ini lebih tepat sebagai langkah sementara yang paling realistis Partai Demokrat sambil terus menjalani dinamika politik yang akan terus berlangsung.
Sebelumnya politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan partainya berencana mengusung Ani Yudhoyono sebagai calon presiden pada pemilu 2019.
Anggota Komisi III itu menuturkan banyak rakyat Indonesia yang masih ingin dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia menambahkan, saat partainya mengadakan temu rakyat di beberapa kota (Tour de Java) banyak yang meminta agar SBY kembali mencalonkan diri sebagai presiden. (htc/rur)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini