Ratusan Pedagang Asongan Tolak Kebijakan Pelarangan Berjualan Dalam Kereta Api

SURABAYA(suarakawan) – Sekitar 300 pedagang asal daerah – dareah di jalur pantura dan selatan yang dulu pernah berdagang di dalam gerbong kereta api, saat ini melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jatim, jalan Indrapura Surabaya.

Selain melakukan orasi secara bergantian, para pengunjuk rasa juga membawa poster-poster berbagi tulisan, misalkan; “tolak UU RI no 23 tentang perkereta apian” serta “intruksi dirut kereta api sama saja memecahkan bangsa”.

Menurut, Saudi, salah satu pedagang asal Jember, aksi ini sebagai bentuk protes pada PT Kereta api Indonesia yang melarang pedagang untuk berjualan di dalam kereta lagi. Sebab, selama ada larangan berjualan di atas kereta api, banyak pedagang yang kehilangan pekerjaan. Untuk berdagang di tempat lain, sudah tidak ada tempat lagi. Akibatnya, keluarga mereka juga kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

“Sekarang dipikir saja. Pedagang itu sudah lama berjualan di kereta api. Ada copet di kereta, kita yang nangkap. Lha kok kereta api nggak mau bantu kita,” ujar Saudi dalam orasinya ( 23/02).

Oleh sebab itu Saudi berharap agar anggota DPRD yang dipilih rakyat bisa menuruti permintaan pedagang selaku rakyat.

Aksi ini sendiri berjalan damai. Namun kesiagaan petugas tetap diperketat dengan jumlah petugas yang bersenjata lengkap sekaligus jumlahnya juga lebih banyak. Bahkan 1 watercanon juga disiapkan di depan kantor DPRD jatim untuk mengantisipasi kericuhan. (Bs/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ratusan Pedagang Asongan Tolak Kebijakan Pelarangan Berjualan Dalam Kereta Api"