Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ultah ke 146, Mbah Gotho Malah Ingin Lekas Meninggal

02 Jan 2017 // 13:27 // HEADLINE, KAWAN KITA

_93196887_mbahgothotiuplilin

SRAGEN (suarakawan.com) – Sodimedjo alias Mbah Gotho memperingati ulang tahun ke-146 pada Sabtu, 31 Desember 2016. Apabila usianya memang 146 tahun, pria itu merupakan manusia tertua di dunia yang masih hidup.

Pada hari ulang tahunnya, Mbah Gotho melakoni kegiatan rutinnya, yaitu duduk di depan pintu rumah yang terletak di Desa Cemeng, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Namun, Suryanto yang merupakan cucunya yang paling bungsu, menyiapkan kejutan dengan membawakan kue ulang tahun dengan tulisan ‘Happy B’day Mbah Gotho’ ?serta lilin berwujud angka 146.

Mbah Gotho pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu. Tak lama kemudian, para keluarga dan tetangga berdatangan ke rumah sederhana itu. Mereka kemudian menyanyikan lagu ulang tahun.

Mbah Gotho terlihat tersenyum ketika mereka yang hadir menyanyi dan bertepuk tangan.

Begitu lagu tersebut selesai dinyanyikan, Suryanto mengangkat kue ulang tahun yang lilinnya telah dinyalakan di hadapan Mbah Gotho.

Dengan aba-aba serentak untuk meniup lilin, Mbah Gotho berhasil meniup lilin tersebut dalam sekali tiupan.

“Meskipun umurnya Mbah Gotho sudah banyak tetapi saya mendoakan supaya mbah diberi umur yang panjang dan tetap sehat,”kata Siti, salah seorang tetangga.

Sebaliknya, meski mengaku senang dengan perayaan tersebut, Mbah Gotho tetap pada keinginan agar dia segera tutup usia.

“Jangan panjang-panjang atau kepanjangan umurnya, nanti tidak muat),” katanya, berseloroh.

Sebagaimana dikatakan Suryanto, Mbah Gotho memang memiliki keinginan supaya lekas meninggal dunia. Bahkan, dia telah menyiapkan batu nisan, cungkup, serta kayu untuk penutup liang Lahat yang diletakkan di samping rumah.

Mbah Gotho tinggal bersama cucunya yang bungsu, Suryanto. Tampak di samping Suryanto, nisan yang disiapkan jika sewaktu-waktu Mbah Gotho tutup usia.

Manusia tertua di dunia?

Berdasarkan pengakuan Sodimedjo alias Mbah Gotho yang lantas dimasukkan pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), dirinya lahir di Klaten, Jawa Tengah, 31 Desember 1870 lampau.

Artinya, jika pengakuan Mbah Gotho benar, dia telah berusia 146 tahun, melampaui rekor manusia tertua dari Jepang yaitu 112 tahun.

Namun, Mbah Gotho tidak memiliki akta kelahiran sehingga tahun dia dilahirkan hanya berdasarkan pengakuannya.(bbc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini