Ulama Dunia Kagumi Ulama Indonesia Yang Pilih Pancasila

Hasyim Muzadi

SURABAYA (suarakawan.com) – Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang diakui dunia pada zaman dulu, namun  dalam praktiknya pernah dibelokkan ke kiri, kanan, lalu tidak berbelok kemana-mana atau mati  sehingga saat ini ideologi yang tertanam pancasila di masyarakat sudah tidak sehabat jaman orde lama .

Hal ini ditegaskan oleh Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi dalam seminar nasional di Gedung PWNU Jatim, Sabtu (18/06).

Dikatakannya, Pancasila dalam kondisi Orde Reformasi itu justru disalahkan, karena Pancasila dianggap sebagai biang kesalahan yang ada dan Pancasila dianggap tidak mampu memberikan jawaban sama sekali.

“Padahal, apa yang terjadi itu akibat dari kita yang tidak ‘manut’ (patuh) kepada Pancasila, sehingga terjadi keuangan yang maha kuasa, kemanusiaan yang tidak beradab, persatuan yang tidak ada lagi, kepemimpinan yang jalan sendiri tanpa peduli nasib rakyat, serta keadilan sosial, ekonomi, dan hukum yang mirip jauh panggang dari api,” tuturnya.

Menurutnya saat ini banyak ulama besar di dunia mengakui kebenaran ulama Indonesia memilih konsep negara-bangsa dengan Pancasila sebagai dasar negara.

“Banyak ulama besar di dunia yang membenarkan ulama Indonesia dalam memilih konsep negara bangsa, karena kalau di suatu negara itu ada lebih dari satu agama, maka konsep yang benar adalah ‘Dzimmiatul Islam’. Jadi, NU lebih maju dari orang lain, bahkan di dunia,” katanya.

Ia menilai Pancasila merupakan ideologi pemersatu dan pembeda. Pancasila merupakan pemersatu bagi negara dengan multiagama, sedangkan Pancasila sebagai pembeda merupakan ideologi yang tidak sekuler dan tidak agamis.

“Pancasila yang tidak memilih negara sekuler dan negara agama, melainkan negara bangsa itu bukan berarti meniadakan agama, tapi agama yang diadopsi bukanlah tekstual, melainkan nilai-nilai agama. Misalnya, UU Antikorupsi itu sangat agamis,”terangnya. (aca/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *