Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Uber Hadir di 30 Kota di Indonesia

21 Jun 2017 // 19:50 // EKONOMI, HEADLINE

uber

JAKARTA (suarakawan.com) – Saat Uber memperkenalkan konsep berbagi tumpangan
(ridesharing) kepada Indonesia pada tahun 2014, tak seorang pun dapat membayangkan betapa besar dampaknya.

Dan sekarang Uber mengumumkan telah hadir di 30 kota yang tersebar di 7 pulau di Indonesia: Jawa (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi,
Bandung, Cimahi, Cirebon, Surakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Batu, Banyuwangi dan Jember), Bali, Lombok, Sumatera (Bandar Lampung, Palembang, Medan, Deli Serdang, Pekanbaru), Batam, Kalimantan (Pontianak dan Balikpapan) dan Sulawesi (Manado dan Makassar).

Michael Brown, Regional General Manager, Asia Pasifik Uber, mengatakan “Kami sangat senang bisa menghadirkan Uber bagi begitu banyak orang di begitu banyak kota di Indonesia. Ekspansi kami menunjukkan dibutuhkannya ridesharing di kota-kota besar dan menengah serta kuatnya komitmen kami di Indonesia. Uber bangga bisa menciptakan peluang ekonomi bagi para mitra-pengemudi, melayani area yang tidak terlayani angkutan publik; mengurangi kepadatan lalu lintas di kota-kota dan mendukung pariwisata.”

Warga dari berbagai latar belakang kehidupan menggunakan Uber untuk mendapatkan perjalanan dari titik A ke titik B dengan aman, terpercaya dan terjangkau, hanya dengan satu ketukan di telepon pintar.

Penelitian dari AlphaBeta, lembaga riset strategi dan ekonomi yang berbasis di Singapura dan Sydney, menunjukkan penumpang menggunakan Uber karena 5 alasan utama: 1. Terjangkau, 2. Nyaman, 3. Terpercaya, 4. Efisien, 5. Aman.

Mereka juga bisa menghemat biaya perjalanan hingga 65% dan waktu mereka hingga 38% sejak menggunakan Uber.

Setiap mitra-pengemudi punya alasan tersendiri mengapa mereka bergabung bersama Uber – ada yang mencari uang tambahan untuk keluarga, bersosialisasi dengan orang lain, menabung untuk rencana pernikahan atau membangun usaha sendiri – namun mereka memiliki keinginan yang sama: bisa memperoleh uang tambahan dengan waktu yang fleksibel menyesuaikan dengan kehidupan mereka, bukan sebaliknya: hidup
menyesuaikan waktu menguber rezeki.

“Data kami menunjukkan selama tiga bulan terakhir, 61% mitra-pengemudi menggunakan aplikasi Uber kurang dari 10 jam per minggu; sementara data Alphabeta menunjukkan, 46% mitra-pengemudi bergabung dengan Uber karena fleksibilitasnya dan 32% ingin
memperoleh pendapatan tambahan,” jelasnya.

Uber juga berkontribusi dalam meningkatkan inklusivitas keuangan bagi mitra-pengemudi: 6% mitra tidak memiliki rekening bank sebelum bergabung dan 39% mitra lebih aktif secara finansial setelah bergabung dengan Uber.

Kota-kota juga memperoleh manfaat dari kehadiran Uber karena kemampuannya untuk
membawa lebih banyak penumpang, melengkapi transportasi publik, mendukung pariwisata dan membuka kesempatan ekonomi.

? Berdasarkan studi dari AlphaBeta, 6% penumpang telah berhenti menyetir dan 62% telah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi; 20% perjalanan di Jakarta dan sekitarnya diawali dan diakhiri di area-area yang kurang terlayani oleh transportasi publik, dan 8% perjalanan di Jabodetabek terjadi pada pukul 23:00 – 05:00,
sementara data Uber menunjukkan 30% perjalanan di Jakarta terjadi pada pukul
22:00-02:00.

Dengan semakin tingginya jumlah turis yang berkunjung ke Indonesia, maka
semakin banyak pula turis mancanegara yang sudah memiliki aplikasi Uber di
telepon pintar mereka – ini membangun reputasi Indonesia sebagai tempat yang
tetap terkoneksi secara global.

Dalam tiga bulan terakhir, pengguna dari 76 negara telah menggunakan Uber di Indonesia – mayoritas berasal dari Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, Australia dan Inggris.

Data dari AlphaBeta menunjukkan bahwa 43% dari mitra-pengemudi Uber
sebelumnya tidak masuk dalam kategori angkatan kerja -diantara mereka, 28%
menganggur, 8% tinggal di rumah, 4% pekajar dan 3% pensiunan.

Dengan membuka diri terhadap inovasi dan model bisnis ekonomi berbagi, seperti yang ditawarkan oleh Uber, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi pusat ekonomi berbagi di dunia dan Uber berkomitmen untuk bekerja bersama dengan para pemangku kepentingan dan pemerintah Indonesia untuk mewujudkannya.(ris/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini