Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Uang Pensiun Obama Terancam Dipotong, Ini Alasannya

06 May 2017 // 13:36 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

Obama-BlackBerry-Zoom

WASHINGTON (suarakawan.com) – Gara-gara akan menerima honor pidato sebesar US$400.000 atau sekitar Rp 5 miliar, uang pensiun mantan Presiden Barack Obama terancam dipotong oleh Kongres Amerika Serikat.

Kubu Republik di Kongres kembali mengusung undang-undang yang pernah diveto oleh Obama, yakni membatasi uang pensiun para mantan presiden.

Pembatasan uang pensiun itu diusulkan karena para mantan presiden itu biasanya memiliki penghasilan yang lebih besar usai meninggalkan Gedung Putih.

RUU ini menjadi prioritas kubu Republik karena Obama masuk kriteria tersebut. Mereka berharap Presiden Donald Trump akan segera mengesahkannya menjadi undang-undang.

“Kemunafikan Barack Obama dalam masalah ini terungkap,” kata Jason Chaffetz, politisi Partai Republik yang mengetuai komisi reformasi dan pengawasan pemerintah Kongres.

“Veto yang dilakukan adalah untuk kepentingannya sendiri,” ujar Chaffetz yang juga menjadi pengusul pembatasan uang pensiun para bekas presiden itu.

Chafetz dan Jodi Erntz, senator Partai Republik dari Iowa, telah mengumumkan mereka akan mendorong kembali RUU Modernisasi Pensiun Presiden bulan ini.

RUU itu memuat mantan presiden akan mendapatkan uang pensiun 200.000 dolar AS ditambah ongkos lain-lain dengan jumlah yang sama tiap tahun.

Namun, jumlah pensiun itu akan dikurangi jika para mantan itu mendapatkan penghasilan lain yang melampaui 400.000 dolar per tahun.

Saat rencana ini diumumkan tahun lalu, Barack Obama melakukan veto dengan alasan jika undang-undang itu disahkan maka para mantan presiden harus memberhentikan para staf pendukung mereka.

Biaya operasional kantor dan gaji staf saat ini memang cukup mahal. Harian USA Today menulis mantan presiden Jimmy Carter harus membiayai staff dan kantor hingga 430.000 dolar AS setahun.

Sementara mantan presiden George W Bush harus merogoh koceknya hingga 1,1 juta dolar setahun untuk keperluan yang sama.

RUU Modernisasi Pensiun Presiden yang sudah disahkan Kongres pekan ini akan mendanai seluruh mantan presiden dengan anggaran sebesar US$3,9 juta hingga 30 September mendatang.

Seperti telah banyak diberitakan, Barack Obama dijadwalkan memberikan pidato di hadapan pare eksekutif Wall Street dengan honor 400.000 dolar AS atau sekitar Rp 5 miliar. (tc/rur/

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini