Tuntut Keadilan, Kembalikan Uang Kapolda Dan Presiden

SURABAYA (suarakawan.com) – Indra Azwan (53) warga Desa Watu Barat, Kabupaten Malang kembali melakukan aksi jalan kaki untuk mendatangi Mapolda Jatim. Kehadirannya ke Polda untuk mengembalikan uang tali asih dari Irjen Polisi Pratiknyo (mantan Kapolda Jatim, red) Rp 2,5 juta sekaligus menuntut adanya titik terang penyidikan kasus tabrak lari yang melibatkan Kompol Joko Sumantri ini

Indra berangkat ke Markas Polda Jatim didampingi dua orang anggota LBH Surabaya, Jumat (17/02) lalu.

“Saya hanya ingin meminta keadilan,dan saya ingin mengembalikan uang yang diberikan Irjen Polisi Pratiknyo 1 Mei 2010 lalu dan mengembalikan uang Rp 25 juta yang diberi presiden, 10 Agustus 2010 lalu,” ujar Indra.

Menurut Indra, pengusutan tabrak lari yang mengakibatkan Rifki Andika (anak Indra, red) hingga kini masih tak adil. Apalagi hasil persidangan kasus ini pada akhir tahun lalu belum menyentuh penabrak anak Indra pada 8 Februari 1993, yang diduga Kompol Joko Sumantri. “Ini adalah bukti ketidakadilan di negeri ini,” ucapnya.

Indra menambahkan,pihaknya berencana untuk berjalan ke Mekkah dan seandainya saya meninggal, saya minta agar jasad saya ditaruh di depan Istana seperti surat yang wasiat ini. “Sebelum ke Mekkah, dari Polda akan saya lanjutkan perjalanan ke Jakarta,” kata Indra.

Seperti diberitakan sebelumnya, protes Indra ini di picu oleh peristiwa tabrak lari, Rifki Andika putra pertama tewas dalam tabrak lari di Jl. Letjen S. Parman pada 8 Februari 1993. Siswa SD Taman Siswa itu baru pulang dari belajar kelompok.

Saat menyeberang jalan, sebuah sedan Accord yang dikemudikan Lettu Polisi Joko Sumantri anggota Polwil Malang menabraknya hingga tewas.(Wis/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tuntut Keadilan, Kembalikan Uang Kapolda Dan Presiden"