Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Tuntut Dirut Bank Danamon Dicopot, Ribuan Karyawan Akan Demo Besar-Besaran

16 Feb 2017 // 22:14 // EKONOMI, HEADLINE

20170216_165717

SURABAYA (suarakawan.com) – Karyawan Danamon yang tergabung dalam Serikat Pekerja (SP) Danamon Dewan Pimpinan Wilayah III Jatim mengancam akan melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut pencopotan Direktur Utama (Dirut) Bank Danamon, Sng Seo Wah di Surabaya, 9 Maret mendatang.

Tak hanya di Surabaya, demo juga digelar di Jakarta pada awal April. “SP akan meminta para pemegang saham melalui RUPS agar tidak memperpanjang jabatan Sng Seow Wah. Jika tidak, kami terpaksa demo di Surabaya dan Jakarta,” kata Presiden SP Danamon, Abdoel Moedjib kepada wartawan di RM Sari Nusantara Surabaya, Kamis (16/2).

Demo tersebut, menurutnya, sebagai upaya terakhir dari SP dalam memperjuangkan hak-hak karyawan. Sebelum demo dilakukan, pihaknya melakukan upaya politis dengan mengadu kepada Komisi E (Kesejahteraan Rakyat) DPRD Jatim, Kamis (16/2). Mereka diterima anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Gerindra Yayuk Padmi Rahayu.

Dalam audensi itu, pihaknya menjelaskan telah melakukan komunikasi dengan manajemen Danamon perihal berbagai hak karyawan yang dikurangi atau dihilangkan yang terjadi mulai tahun 2014 ketika Danamon mulai melakukan program transformasi dan Dirutnya dijabat Sng Seow Wah, warga kebangsaan Singapura.

“Dari beberapa pertemuan itu, SP Danamon selalu mengingatkan manajemen agar tidak mengambil tindakan yang merugikan karyawan, namun tidak digubris. Bahkan, dalam beberapa kasus kebijakan yang secara langsung menyentuh kesejahteraan karyawan tidak lagi dibicarakan dengan SP Danamon,” katanya.

Dijelaskan, pada awal tahun 2014, sejak era Dirut Danamon dijabat Sng Seow Wah telah berdampak pada perampingan 10 ribu karyawan. Jumlah seluruh karyawan Danamon di Indonesia mencapai 56 ribu orang. Tapi pada awal tahun 2017 ini, tersisa 22 ribu orang.

Dari puluhan ribu karyawan yang di PHK, ada 10 ribu orang yang dilakukan PHK secara sepihak. Sedangkan, sisanya diberhentikan karena memang sesuai kesepakatan dengan manajemen.

“Karyawan seperti bagian Teller, Account Officer dan Collector ketika di-PHK hanya dikirimi lewat SMS dan tanpa diberi pesangon. Kami sudah mengadu ke Menakertrans Hanif Dhakiri dan dimediasi, tapi tidak ada tindak lanjutnya dari manajemen,” ungkapnya.

Untuk Danamon Jatim, lanjutnya, berjumlah sekitar 3.500 karyawan. Saat ini, ada 1.500 karyawan yang terancam PHK. “Hingga saat ini, 600-800 karyawan sudah di-PHK,” tegasnya.

Meski demikian, Abdoel Moedjib mengaku belum akan melakukan upaya hukum karena prosesnya akan panjang dan berbelit-belit. Karenanya, pihaknya masih melakukan langkah politik menemui Menakertrans, DPR RI dan DPRD Jatim. “Kalau langkah politik tidak berhasil, baru upaya hukum seperti class action ke PHI,” tandasnya.

Kondisi saat ini, tambahnya, kesejahteraan karyawan secara gradual dikurangi, termasuk dalam hal penilaian kinerja yang dinilai tidak lagi menjunjung tinggi nilai-nilai Danamon sendiri yaitu kejujuran. Ini karena banyak pekerja yang kinerjanya bagus, berprestasi tetapi dinilai buruk sehingga berdampak ribuan karyawan tidak naik gaji dan tidak mendapatkan haknya berupa bonus.

Yang lebih ironis adalah penilaian buruk tersebut, berdampak pada ribuan karyawan ter-PHK secara massal dengan cara-cara terselubung. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir 10 ribu karyawan ter-PHK.

Sementara ribuan karyawan yang lain menjadi gelisah. Mereka hilang motivasi karena setiap saat bisa menjadi korban PHK maupun penilaian kinerja yang dipaksakan rendah.

“Anehnya, recruitment jalan terus, khususnya prohire yang berbiaya mahal, padahal belum tentu mampu memberikan kontribusi positif terhadap perusahaan, ini mencederai pengabdian existing karyawan yang sudah membuktikan loyalitas dan kinerjanya selama bertahun-tahun,” jelasnya.

Ada sepuluh tuntutan rakyat (Sepultura) Danamon, yakni menuntut penghentian PHK massal, jangan rampok uang cuti, tolak pengurangan Iuran Dana Pensiun DPLK, hentikan Training Cara PHK Karyawan, Batalkan COCP, Kembalikan COP + Pilihan, kembalikan benefit asuransi, tolak Force Rank /SiPasti, gabungkan T3K ke dalam gaji, hentikan praktik perbudakan (lembur/insentif tidak dibayar) dan tolak Outsourcing dan PKWT Danamon. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini