Tukang Gendam Angkot Menyaru Sebagai Kyai dan Santri

SURABAYA (suarakawan.com) – Komplotan tukang gendam dalam angkot yang selama ini menghantui penumbang satu persatu. Pelaku terakhir yang bertekuk lutut dihadapan petugas adalah Heri Muswanto (29), warga Kalibokor Gg II.

Modus operasi yang dilakukan komplotan Heri yang berjumlah empat orang Andre, Didik dan Supaat (ketiganya sudah ditahan di Polrestabes Surabaya) ini cukup unik. Dengan berpura-pura menjadi seorang Kyai dan satri gadungan, berhasil memperdayai korban-korbannya yang mayoritas adalah kaum hawa.

Terakhir komplotan Heri berhasil memperdayai seorang perempuan di dalam angkot Lyn TA jurusan Sidoarjo-Wonokromo dan mengambil ponsel blackberry, jam tangan serta uang Rp 400.000. “Heri sendiri akhirnya kami ringkus saat mencegat angkot di Jl. Dinoyo,” tandas Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Kompol Suyono didampingi Kanitreskrim AKP Bambang Lamadiri, Jumat (24/2) kemarin.

Mulanya berpura-pura menjadi seorang Kyai yang diperankan Andre, dan lainnya menjadi santri sedang naik angkot. Kemudian, begitu mendapatkan target Andik ini menyakinkan korbannya kalau si Andre ini punya kemampuan untuk mengobati, seperti dukun dll.

Setelah yakin, korban mengutarakan ingin naik haji dan bagaimana agar cita-citanya itu tercapai. Kesempatan ini tak disia-siakannya, Andre mengatakan apabila kalung, jam tangan, HP serta uangnya harus dikasih air Musallah.

Korban lantas menurutinya satu persatu barang berharga yang melekat pada tubuhnya dilepas lalu diberikan kepada pelaku. Oleh pelaku kemudian dimasukan tas kresek hitam. “Tanpa sepengetahuan korban, barang berharga miliknya diambil lalu hanya disisahkan dompet kosong dan diberikan kepada korban lagi,” ungtkap Suyono.

Lantas agar korban tidak mengetahui kedoknya, pelaku mengatakan apabila tas kresek itu syaratnya harus dibuka sesampai di rumah. Sesampai di rumah, tas kresek dibuka harta korban telah kenyap dan menyadari telah ditipu mentah-mentah para komplotan mereka.

Kepada petugas, Heri berterus terang perbuatannya bukan hanya sekali melainkan berkali-kali terbukti bulan November 2011 lalu komplotannya juga mencuri kalung emas 10 gram di Jl. Ngagel Mulyo VIII. Pada 16 Februari 2012 lalu, berhasil mendapatkan uang Rp 1 juta dan emas 5,5 gram di dalam angkot.

Heri mengatakan seluruh hasil pencurian ini sudah habis dipakai untuk kebutuhan sehari-harinya. Pria dengan dua anak ini mengaku terpaksa melakukan perbuatan ini untuk menambah penghasilannya. “Sisa pencurian ini cuma satu celana jeans,” aku Heri. (sk/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tukang Gendam Angkot Menyaru Sebagai Kyai dan Santri"