Tuding Suap Pejabat Kelurahan, Advokat David Duduk di Kursi Pesakitan

palu hakim

SURABAYA (suarakawan.com) – Sial benar nasib advokat David Abraham. Gara-gara menuding Jusran Samba telah menyuap pejabat Kelurahan Embong Kaliasin terkait pengurusan lahan di Jalan Kayun, Surabaya, dia harus berurusan dengan hukum.

Kasus itu, terjadi pada Nopember 2013 silam. Saat itu, terdakwa David menanyakan buku Letter C atas obyek tanah yang berlokasi di Jalan Kayun, Surabaya ke Sekretaris Kelurahan Embong Kaliasin, Reni.

Lalu, Reni menelepon Jusran Samba dan terdakwa langsung menuding pihak kelurahan telah disuap oleh Jusran. Mendapat kabar bahwa dirinya difitnah, Jusran langsung melaporkan terdakwa yang berprofesi sebagai advokat itu ke Polrestabes Surabaya.

Atas perbuatannya itu, kini terdakwa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Terdakwa diadili atas kasus fitnah dan pencemaran nama baik kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (3/8).

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso menghadirkan saksi ahli tata bahasa dari dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yakni Andik Yulianto.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai hakim Ferdinandus, Andik menjelaskan perbedaan antara fitnah dan memfitnah.

“Berdasarkan terminologi bahasa Indonesia untuk membedakan kata fitnah dan memfitnah itu ditinjau dari beberapa aspek. Fitnah ialah apa yang diucapkan berbeda dengan kenyataanya dan memfitnah ia melakukan kegiatan untuk menjelekan seseorang,” ujarnya.

Andik juga diminta menjelaskan pada kalimat ‘kamu dibayar Jusran Samba dan tahu gak kalau Jusran itu dicari-cari polisi dan tidak tahu dimana keberadaannya’.

Menurut Andik, ucapan itu bermakna suap dan dapat diartikan membayar sesuatu.

“Entah berupa barang atau uang,” ucapnya. Sedangkan pada kalimat ‘dicari-cari polisi’ Andik mengartikan orang itu dicari-cari polisi. “Namun, jika faktanya tidak seperti itu maka kalimat itu dapat diartikan sebagai fitnah,” tuturnya. Dalam kasus ini, terdakwa dijerat pasal 311 huruf A ayat 1 KUHP.

Dengan pasal tersebut, terdakwa terancam mendekam dalam penjara selama 9 bulan. (Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tuding Suap Pejabat Kelurahan, Advokat David Duduk di Kursi Pesakitan"