Tsunami, Wartawan Jepang Terbitkan Koran Tulis Tangan

Kehancuran pasca Gempa dan Tsunami Jepang

ISHINOMAKI-Terilhami oleh kisah jaman perang,  seorang wartawan di sebuah harian Jepang yang terkena tsunami menerbitkan koran tulis tangan guna menyampaikan berita kepada pembaca.

Akibat gempa dan tsunami, komputer dan mesin cetak rusak. Listrik dan koneksi internet putus. Tetapi staf organisasi berita, yang didirikan tahun 1912, dieksplorasi cara untuk menginformasikan warga apa yang terjadi. Lebih dari 5.600 dari 160.000 warga tewas atau hilang di kota.

”Jika kita tidak dapat memberikan kontribusi di tengah tragedi seperti ini, koran kita tidak layak keberadaannya,”kata Koichi Omi, presiden dari penerbit Hibi Ishinomaki harian Shimbun.

Omi menjadi terkenal setelah sebuah museum US mengakuisisi edisi tulisan tangan korannya. Langkahnya diinspirasi  oleh cerita tentang para pendahulu mereka yang bertindak sama sebelum Perang Dunia II.

”Itu adalah keajaiban kita selamat dan yang memotivasi kami untuk turun ke pekerjaan kita,” lanjut Omi.

”Kami tidak pahlawan,”kata Omi, 52, dalam sebuah wawancara baru-baru ini. ”Semua media akan melakukan hal yang sama menghadapi situasi yang sama.”

”Saya pikir kami akan dibunuh oleh tsunami,”kata Omi, mengingat kehancuran setelah gempa berkekuatan 9,0 melanda Ishinomaki, Miyagi Prefektur.

Hiroyuki Takeuchi, 53, editor-in-chief, mengatakan staf bahkan berbicara di ruang berita gelap tentang kisah orang-orang yang menulis untuk Shimbun Hibi sebelum Perang Dunia II.

Mendengar cerita tersebut, Omi memutuskan untuk menerbitkan koran menggunakan pena dan kertas roll.

Set pertama dari enam surat kabar berupa  poster berukuran besar ditulis dalam pena felt-tip hitam dan merah sudah siap untuk diedarkan  keesokan harinya. Judul itu berbunyi:”Gempa terbesar di Jepang mengakibatkan tsunami besar”.

Harian itu mengeluarkan 42 salinan tulisan tangan selama enam hari berturut-turut sampai listrik kembali. Koran poster dinding itu diposting di tempat penampungan dan toko-toko di dua kota.

”Tujuan saya adalah untuk membantu merekonstruksi kota ini.”imbuh Omi.(jt/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tsunami, Wartawan Jepang Terbitkan Koran Tulis Tangan"