Tsunami Jepang Hanyutkan Seluruh Fasilitas Klinik

SENDAI – Setidaknya 118 fasilitas medis di klinik prefektur di Iwate, Miyagi dan Fukushima, yang rusak akibat hantaman tsunami yang dipicu oleh gempa dasyat 11 Maret lalu, membuat mereka tidak dapat memeriksa atau melakukan pengobatan. Sebelas dokter juga dilaporkan tewas di Iwate dan Miyagi prefektur dalam bencana tersebut. Demikian kata pejabat asosiasi medis, Minggu (24/4) kemarin.

Di Miyagi, 77 fasilitas klinis dilaporkan hancur total akibat tsunami, sementara 25 di Fukushima dan 16 di Iwate mengalami kerusakan pada skala yang sama. Sehingga beberapa dokter menyediakan layanan darurat, namun ada yang tidak  mampu untuk melanjutkan bekerja dibawah bangunan dan peralatan yang hanyut akibat tsunami.

Setidaknya klinik di Fukushima tidak bisa membuka kembali karena letaknyayang berada di zona 20 kilometer dari radiasi nuklir PLTN Fukushima, Daiici.

Sementara itu, Kepala asosiasi medis di Shiogama, Prefektur Miyagi,Yoshimasa Yokoyama mengatakan 12 fasilitas kesehatan rusak. Padahal klinik tersebut telah melayani 70 persen penduduk lokal.

“Ini akan menelan biaya puluhan juta yen untuk menggantikan bangunan dan peralatan medis,”katanya.
Pasca bencana gempa dan tsunami, kata pejabat pemerintah setempat, pasien lebih memilih mendapatkan pelayanan pengobatan di rumah sakit yang lebih maju. (Kyodonews/iza-ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tsunami Jepang Hanyutkan Seluruh Fasilitas Klinik"