Tragis, Santriwati Digilir 5 Pria di Area Pemakaman

SURABAYA (suarakawan.com) – Tragis benar nasib seorang gadis berinisial NH, berusia 16 tahun, warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur di kawasan Sidotopo, Surabaya ini. NH yang tercatat sebagai santriwati di sebuah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, itu ditemukan tak sadarkan diri di kawasan Sidotopo Surabaya. Dia ditemukan dalam kondisi setengah telanjang terbungkus tikar pada 12 April lalu di areal pemakaman umum.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Semampir Surabaya Ajun Komisaris Polisi Junaidi kepada wartawan di Surabaya, Kamis (12/4/2018) menjelaskan, NH ditemukan oleh seorang warga bernama Lisa (40), warga Jalan Sidotopo Sekolahan, hendak mencari rumput di area makam di depan rumahnya kawasan sekitar pukul 17.40 WIB.

Semula NH dikira sudah meninggal dunia. Apalagi tubuhnya yang separuh telanjang terbungkus tikar. Warga pun geger, si penemu langsung melaporkan ke Polsek Semampir Surabaya.

Begitu polisi datang dan memeriksa kondisi NH, ternyata masih hidup. Mereka pun segera membawa NH ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya agar mendapat perawatan dan visum lebih lanjut.

Hasil visum mengejutkan, Tim Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya menemukan luka akibat paksaan pada alat kelamin dan dubur korban. Dugaan kuat menyeruak, NH menjadi korban pemerkosaan.”Apakah luka itu akibat diperkosa atau disebabkan oleh benda keras lainnya, masih sedang kami selidiki,” ujar Junaidi.

Butuh waktu dua hari bagi NH untuk siuman dan memulihkan kondisinya. Setelah sadar, polisi pun mulai bertanya-tanya. Namun, NH belum belum benar. Dia masih terlihat shock berat dan kerap menangis.

Dari keterangan NH, polisi mendapat cerita. NH benar diperkosa secara beramai-ramai. Pelakunya empat pria sekaligus. Satu diantaranya, tak lain adalah pria muda bernama Yusuf, yang tak lain adalah pacar NH sendiri. NH mengenal Yusuf melalui media sosial

NH bercerita, dirinya dijemput sang pacar. Dia diajak pergi diskotek, kelab dekat Jembatan Merah Plaza. Pulang menjelang subuh, Yusuf khawatir dimarahi orang tua. Dia mengajak NH nongkrong di pemakaman Pegirian.

Siangnya, dia kembali diajak Yusuf kembali nongkrong di kuburan. Hingga kemudian empat teman Yusuf datang ang sama sekali tidak dikenal oleh NH. Mereka membawa miras. NH disuruh minum miras yang sudah dicampur dengan minuman bersoda itu. Setelah itu, NH mengaku tidak ingat apa pun.

Di atas kuburan itu, dalam keadaan tak sadar NH lalu ditidurkan di sebuah tikar yang sudah disediakan. Lalu bajunya dipreteli oleh Yusuf dan kemudian memperkosa NH. Saat NH berontak, tangan dan kakinya dipegangi oleh kawan-kawan Yusuf. Sesudahnya, NH diperkosa lagi secara bergilir, hingga pingsan tak sadarkan diri.

Polisi telah menyisir lokasi pemakaman umum yang dimaksud namun gagal menemukan barang bukti bekas botol minuman keras seperti yang diceritakan NH. “Bisa jadi sudah dibersihkan atau dibawa oleh para pelaku untuk menghilangkan jejak,” katanya.

Polisi telah mengantongi identitas keempat remaja tersebut, setelah mendatangi rumah YS berdasarkan petunjuk yang diberikan korban. “YS kemungkinan sudah tahu kalau sedang diburu polisi. Saat kami datangi rumahnya, dia tidak ada,” ujarnya.

Selain terus memburu para pelaku, polisi juga masih berupaya memulihkan kondisi korban yang saat ini mengalami trauma berat.(ntr/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tragis, Santriwati Digilir 5 Pria di Area Pemakaman"