Topeng Monyet Kian Terpinggirkan

pertunjukan Topeng Monyet

SURABAYA (suarakawan.com)-Sebagai salah satu hiburan tradisional, topeng monyet atau dikenal dengan tandak bedes di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kondisinya kian memprihatinkan.

Menurut Jamaludin (36) salah satu pelaku topeng monyet yang ditemui suarakawan.com, sudah beberapa tahun terakhir ini dirinya mengalami masa masa sepi order.

“Dahulu setiap hari saya keliling kampung atau perumahan, minimal ada 10 orang yang manggil jasa saya. Sekarang sehari dua orang saja sudah lumayan,” keluh Jamal, Kamis (09/06).

Kondisi itu, lanjut Jamal terjadi karena semakin membanjirnya mainan modern seperti rental PS yang saat ini sudah sampai di pelosok sudut kota.

Menyiasati hal tersebut, Jamal yang hanya menarik uang Rp 5000 tiap kali ada warga yang ingin di hibur oleh dirinya bersama Boni, nama monyetnya, menyasar ke tempat-tempat keramaian.

“Saya biasanya mangkal di dekat sekolahan TK/SD saat jam istirahat atau jam pulang sekolah lalu saya beratraksi. Di sela-selanya, Boni saya minta mengedarkan kaleng ke penonton yang melihat,” ungkapnya. (jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *